Breaking

Rabu, 14 Februari 2018

Cerita Sex Nikmatnya Rasa Memek Perawan Muridku

Agencabul.com - Teddy adalah lelaki berusia 35 tahun yg masih juga ngejomblo dan pekerjaan sehari-harinya sebagai guru di SMP swasta di kota Manado. dia lama menjomblo begini ceritanya diusia belasan dulu, Teddy pernah dikecewain Anik, gadis kampung idamannya yg kemudian kawin dgn bandot tua bernama Jamal, juragan tanah di kampung itu.




Cerita Sex Nikmatnya Rasa Memek Perawan Muridku  


Setelah merantau dan menjadi guru di kota Manado, Teddy juga pernah beberapa kali menjalin asmara, misalnya dgn Anna, karyawati disebuah hotel di kota Manado. Tapi, Teddy pun jadi kecewa setelah tahu kalau Anna tak lebih hanyalah wanita panggilan yg tubuhnya sdh seringkali dijamah lelaki hidung belang. Sedangkan dgn Nina, anak kepala desa di kota Manado, orangtua Teddy dikampung kurang sregg, jadi Teddy terpaksa hengkang meninggalkan Nina. Takut kualat sama ortunya

Di kota Manado, Teddy tinggal dikompleks pengajar di SMP swasta itu. Nah kelakuan bejat Teddy mulai terjadi dua tahun terakhir, dan semakin menjadi-jadi karena selama itu tak pernah ketahuan.

Awalnya, suatu pagi Teddy bingung sekali harus bagaimana. Semalam sebelumnya, ia bersama beberapa teman bujang disekitar kompleks pengajar habis melototin adegan layak sensor dari VCD miliknya. Gambaran adegan porno yg ditontonnya membuat libido Teddy terus melonjak dan butuh tersalurkan, sementara istri belum punya. Mau belanja ke lokalisasi, Teddy takut kepergok kenalan. Profesi sebagai guru yg patut digugu dan ditiru tentu saja melarangnya secara sosial untuk melakukan itu.

"Ayo Linda, kamu maju kedepan dan kerjakan tugas ini dipapan," perintah Teddy pada muridnya. Pagi itu Teddy mengajar matematika untuk kelas satu. Jumlah murid kelas 1A hanya 30 orang, yg cowok 10 dan cewek 20. Begitu dapat perintah Teddy, Linda maju kedepan untuk mengerjakan perintah Pak guru Teddy.Booking Cewek Online?

"Sdh pak.., sdh selesai," kata Linda setelah mengerjakan tugas dipapan tulis. Teddy bangkit dari duduknya, dan mengamati tugas yg dikerjakan Linda.

"Wah., kamu ini pasti tdk pernah belajar ya? Kok ini salah semua.. Sini kamu Linda, bapak beri hukuman," Teddy sedikit melotot meminta muridnya mendekat.

Linda adalah gadis ABG berusia 13 tahun. Bagi Teddy, murid yg satu ini cukup manis dan cantik, walaupun masih ABG alias bau kencur. Body Linda yg mulai remaja membuat daya tarik tersendiri bagi Teddy, apalagi tubuh bongsor Linda membuat susu yg baru tumbuh terlihat sexy tak ber BH.

"Nih.. Lain kali belajar yg rajin ya..," Teddy mencubit bokong Linda dgn gemas sampai gadis cilik itu meringis kesakitan.

"Ampun Pak guru.. Iya besok saya belajar," Linda takut sekali dimarahi Pak guru Teddy.

"Anak-anak yg lain, kalau kalian tdk belajar maka kalian akan bernasib sama kayak Linda. Nah Linda, jam istirahat nanti kamu menghadap Pak guru ya, kalau nggak ada diruang guru kamu cari bapak dirumah," perintah Teddy lagi, Linda merunduk ketakutan. Setelah jam pelajaran Matematika selesai, Teddy kembali kerumahnya yg hanya beberapa meter dari sekolah. Kelas 1A kemudian diajar Bu Heny untuk pelajaran IPA.

Kesempatan jam istrirahat satu jam lagi dinanti Teddy dirumahnya, akal bulusnya mulai disusun untuk dapat melampiaskan nafsu yg terpendam pada Linda.

"Teng.. Teng.. Teng," bel istirahat berbunyi, anak-anak SMP terlihat berhamburan keluar untuk beli aneka jajanan dikios-kios sekitar sekolah.

Diruang tamu rumahnya, Teddy menunggu Linda datang. Dan betul saja, beberapa menit setelah lonceng berbunyi Linda terlihat menuju rumah Pak guru Teddy.

"Ayo masuk Linda, duduk disini," kata Teddy begitu Linda sampai.

"Iya Pak guru," Linda langsung duduk dikursi di depan Teddy.

"Nah sekarang kamu jelaskan kenapa kamu ini terlambat sekali berpikirnya, apa dirumahmu banyak pekerjaan yg harus kau lakukan, atau memang kamu malas belajar hah?" Teddy berlagak marah membuat Linda ketakutan.

"Eh.. Anu pak.., saya kalau dirumah memang repot jagain adik yg masih kecil, jadi sering lupa belajar, maaf Pak guru," Linda tertunduk.

Teddy tersenyum simpul melihat Linda yg ketakutan, ia pun segera berpikir untuk menggarap murid bongsor itu. Teddy kemudian menjelaskan pada Linda kalau dirinya bisa pintar secara instan tak perlu belajar, tentu saja itu akal-akalan Teddy.


BACA JUGA  : Nikmatnya Ngeseks Bareng Tante Sendiri


"Kalau kamu mau, kamu harus datang kesini nanti sore biar bapak kasih tahu rahasia pintarnya," kata Teddy meyakinkan.

"Mau pak.. Saya mau sekali asal bisa pintar dan jadi juara," jawab Linda lugu. Waktu pun disepakati, Linda akan datang jam 5 sore untuk menerima rahasia ilmu dari Pak guru Teddy.

Teddy sdh menyiapkan segala sesuatunya untuk menggarap tubuh Linda sore itu. Ia tahu benar kalau sore itu kompleks pengajar yg hanya tiga rumah akan sepi karena Pak Iwan dan Bu Heny ada acara arisan keluarga. Teddy tak ikut karena belum berkeluarga.

"Tok.. Tok.. Tok," pintu rumah terdengar ketukan.

"Eh kamu Linda.. Kok cantik sekali kamu..," Teddy menyambut Linda dgn genit.

"Jadi kan bapak kasih ilmunya?" tanya Linda dimuka pintu.

"Jadi dong, ayo masuk kamu," Teddy menuntun Linda masuk kerumahnya, setelah itu pintu utama ditutup rapat. Linda pakai rok sekolah sebatas lutut dipadu kaos ketat warna pink, membuat susu yg baru tumbuh nampak tersembul kedepan.

"Nah sekarang bapak mau kasih rahasia pintar, tetapi kamu janji dulu untuk tdk cerita kepada siapapun. Soalnya, kalau murid yg lain tahu mereka akan cemburu dan minta ilmu itu juga, nanti kamu banyak saingan dan susah jadi juara, mau kan?" kata Teddy.

"Iya.. I.. Iya Pak saya janji," jawab Linda lugu.

"Oke kalau begitu, sekarang kamu duduk disini ya, biar bapak kasih ilmunya," Teddy menyuruh Linda duduk di bangku kayu, Linda menurut saja.

Setelah Linda duduk, Teddy mendekat dan berbisik-bisik ketelinga kanan Linda.

"Kalau mau pintar, telingamu harus dijilati seperti ini," kata Teddy, lidahnya langsung menyapu daun telinga Linda berkali-kali sambil tangannya memegangi kepala Linda.

"Aduh.. Geli Pak guru.. Geli sekali," Linda kegelian berusaha berontak.

"Geli ya?, ya memang begitu, tahan sedikit ya," Teddy berhenti sebentar untuk meyakinkan Linda, tapi jilatan itu dilanjutkan lagi setelah Linda mengangguk. Puas menjilati telinga Linda, jilatan Teddy turun keleher Linda, dan tangannya ikut turun juga mengusap dan sedikit meremasi susu baru tumbuh milik Linda.Taruhan Bola

"Engghh geli Pak guru..," Linda menepis tangan Teddy, Teddy pun menghentikan aktifitasnya.

"Eh kamu ini gimana sih? Mau pintar apa tdk?" kata Teddy sedikit melotot dan berlagak marah. Linda jadi takut.

"Iya pak, mau," jawab Linda tertunduk.

"Baiklah, telingamu sdh bapak bersihkan. Nah sekarang kamu buka bajumu dan mandi gih di kamar mandi itu, tapi jangan pakai sabun, biar bapak yg nyabunin nanti. Mengerti?" Teddy memerintah lagi. Linda yg anak kampung menurut saja, tak menaruh curiga.

Gebyar.. Gebyur.. Linda mulai mandi telanjang. Pintu kamar mandi tak ditutup, dan Teddy menikmati tubuh telanjang Linda dari pintu itu.

"Sdh Pak guru, sekarang sabunnya mana?" tanya Linda.

Tubuh Linda yg beranjak remaja membuat nafsu Teddy naik. Susu yg baru tumbuh dan memek Linda yg belum berbulu dipandangi Teddy bergantian, kemudian Teddy mendekati tubuh berkulit putih itu.

"Ehm.. Bapak sabuni badanmu ya," tanpa menunggu jawaban Linda, Teddy segera mengusapi tubuh Linda dgn sabun yg dipegangnya.

Tangan Teddy mulai nakal dan menjamahi susu Linda, mengusap-usap dan menekan nekan. Meski kegelian, Linda nggak berani melawan, takut dimarah Pak guru. Eh tangan Teddy lebih berani lagi mengusap di pangkal paha Linda berkali-kali. Setelah puas menjamahi tubuh Linda, Teddy menyuruh Linda menyelesaikan mandi, dan menyuruhnya melilitkan handuk saja setelah selesai. Teddy menunggu diruang tamu.

"Saya sdh selesai mandi pak," Linda keluar kamar mandi dgn tubuh terbungkus handuk.

"Itu baru pintar. Sekarang ikut bapak," kata Teddy dgn mata berbinar, kemudian mengamit tangan Linda dan menuntutnya masuk kekamar.

"Sekarang bobo'an disitu ya, biar bapak kasih ilmunya," suruh Teddy pada Linda, lagi-lagi Linda nurut saja.

Setelah Linda berbaring di ranjangnya, Teddy mendekat dan duduk disamping kanan ranjang itu. Tangan Teddy dgn terampil menghempaskan handuk yg dikenakan Linda sehingga tubuh putih Linda yg baru mekar itu langsung terpampang tanpa halangan dihadapan Teddy. Linda sedikit bingung melihat perlakuan gurunya, tetapi gadis cilik itu tak berani protes. Jakun leher Teddy naik turun memandangi susu ranum Linda yg putingnya masih kecil dan tonjolannya pun belum sempurna. Lidah Teddy segera menyapu bibirnya sendiri begitu matanya membentur selangkangan Linda yg ranum belum ditumbuhi bulu.

Tangan Teddy menggeraygi tubuh Linda, sementara Linda tak berkutik menahan geli. Kemudian Teddy naik keranjang dan mulai menciumi tubuh telanjang Linda.

"Pakhh.. Geli pakhh," Linda menolak kepala Teddy saat lidah Teddy menjilati susunya.

"Uh.. Kamu ini gimana sih? Mau pintar apa tdk? Nilai kamu nanti bapak kasih merah semua lho," Teddy mengancam dgn mata melotot.

"Iya deh pak, saya mau pintar.. Tapi geli pak," Linda pasrah akhirnya.

"Nah gitu donk, geli dikit ya ditahan..," ketus Teddy dan kembali mencumbui gadis bau kencur itu.

Linda bukan main kegelian, apalagi selama ini belum pernah dijilatin susunya, berpikir untuk itu pun belum karena usianya masih kecil. Tapi untuk melawan ia tak mampu, selain takut sama Teddy, ia juga ingin mendapat ilmu pintar dari gurunya itu. Jadi, Linda hanya bisa menggeliat sambil terpekik kecil menahan perlakukan Teddy, hal itu membuat Teddy tambah bernafsu melumati tiap jengkal tubuh Linda.

Ciuman dan jilatan Teddy terus turun keperut dan selanjutnya turun lagi menuju selangkangan Linda. Teddy berhenti sejenak, disingkapnya paha Linda agar lebih mengangkang. Mata Teddy hampir loncat melihat memek Linda yg sangat indah. Gadis berusia 12 tahun itu memiliki mEmek yg sip, bibirnya tipis dan bersih tanpa bulu.

"Nah.. Linda, sekarang saatnya Pak guru menambah ilmu tadi biar kamu lebih pintar lagi," kata Teddy. Linda tetap pasrah menerima perlakuan gurunya, dan menunggu apa yg akan terjadi selanjutnya tanpa banyak tanya.

"Ahh pakhh..," Linda terpekik tapi tak berani melawan saat lidah Teddy menjalari permukaan mEmeknya. Pinggulnya hanya bisa bergerak kecil menahan geli yg sangat dijilati Teddy.

"Sakit ya Vaaan?" tanya Teddy ditengah jilatannya.

"Engghaak Pakhh.. Cuma gelii..," jawab Linda.

Jilatan Teddy diteruskan, dan lama-lama Linda merasakan perasaan yg selama ini belum pernah dirasanya. Geli itu berubah menjadi rasa nikmat yg sensasional bagi Linda. Cairan kental mulai merembes dari mEmek Linda, lidah Teddy menerima cairan itu dan melanjutkannya, cairan itu ditelan Teddy. Sore itu Teddy benar-benar mempraktekan fore play yg ditontonnya di VCD porno, kepada Linda muridnya. Lidahnya makin berani menelusup dibelahan bibir mEmek Linda.

"Ahh.. Pakk Ghuuruu.. Linda pingin pipisshh pakhh..," Linda merasakan seluruh sendi dibokongnya kejang dan terasa enak, tanda-tanda orgasmenya mulai muncul. Teddy tak menyia-nyiakan kesempatan itu, mEmek Linda semakin dilumat dan disedot-sedot dgn bibirnya.

"Mmmphhff.. Ahh hayoo.. Pipiss aja Linnn.. Mmffphh," Teddy menambah jilatannya dimEmek Linda, sampai tubuh Linda tersentak-sentak menahan geli.

"Ahh.. Iyaa.. Lindaaa piipiss Pakhh.. Uhh.. Pipiss.. Tuhh.. Aahh," Linda kejang beberapa kali. Orgasme pertama yg dirasakannya membuat Linda melambung kenikmatan. Teddy pun menghentikan aksi jilatnya.Agen Judi Online

"Sakit ya Liiin?" tanyanya memandangi wajah Linda yg semakin ayu dilihat.

"Eh.. Enggak paakk.. Bapak jangan marah ya, Linda pipis dimulutnya bapak.. Habis Linda nggak tahan geli sekali sih," Linda takut kalau Teddy marah, cairan nikmatnya itu disangka air kencing.

"Bapak nggak marah, tapi apa yg kau rasakan tadi?" Teddy memancing Linda.

"Enggh.. Geli pak,"

"Enak nggak,"

"Iya.. Geli tapi enak pak," jawab Linda malu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar