Breaking

Selasa, 05 Desember 2017

Kuserahkan Memek Perawan Ku Kepada Sahabat Ku

Agencabul.com - Shiro yang sudah lama memendam rasa suka kepada sahabatnya yang bernama Lisanna, pada akhirnya dia bisa mengutarakan perasaanya sekaligus mendapatkan keperawan sahabatnya itu. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!
Sebut saja namaku Shiro , aku adalah laki-laki asli dari pulau dewata dan usiaku kini sudah 19 tahun. Aku tipe lelaki yang mempunyain wajah biasa saja namu mempunyai postur tubuh yang lumayan ideal. Disini aku akan menceritakan pengalaman sex pribadiaku sama teman wanitaku sebut saja namanya Lisanna.


Aku dan Lisanna sudah lama bersahabat, sebagai seorang sahabat kami sering memberi support satu sama lain dikala kami terpuruk. Sebenernya sudah lama sekali aku memendam rasa cinta kepada Lisanna, soalnya Lisanna ini tipe wanita yang masuk kriteriaku. Dia mempunyai wajah yang imut, bertubuh langsing, dan berkulit putih sama seperti aku (kami keturunan Chinese).

Tidak bisa dipungkiri walaupun kami bersahabat namun hubungan kami seperti sepasang kekasih, namun kita nggak pernah status bahwa kami berpacaran. Sampai pada suatu hari pada satnight ( malam minggu), aku sendiri dan lagi nggak ada kegiatan. Saat itu aku berfikir enaknya ngapain yah malam minggu gini? Oh iya aku ini JONES (jomblo ngenes) para pembaca, hhe.

Malam itu aku benar-benar galau, mau main kerumah temen, pastinya temen-temen lagi pergi semua sama pacar-pacarnya, sedih banget deh nasih jomblo kayak aku. Sampai pada akhirnya aku mempunyai inisiatif mengirim bbm kepada Lisanna, pada awalnya kami hanya chat lewat bbm saja, tapi nampaknya pada malam itu Lisanna sedang boring karena dia dirumah sendirian.

Kebetulan ayah dan ibuya pergi ke Surabaya, jadi Lisanna-pun tinggal di rumah sendirian karena memang Lisanna anak satu-satunya di keluarganya. Pada akhirnya karena kami sama-sama boring maka aku-pun ingin mengajak Lisanna untuk jalan-jalan ke pantai Nusa Dua. Aku memilih untuk pergi kepantai Nusa Dua karena selain dekat dari rumahku, panytai itu juga sepi.

Suasana pantai yang sepi di nusa dua amatlah nyaman dan hening karena mmang pantai itu todak seramai pantai kuta. Lisanna yang saat itu bosan dia menyetujui ajakanku. Karena pada saat itu kami akan pergi kepantainya agak malam, Lisanna memintaku untuk mengantarnya kerumah temanya setelah pulang dari pantai nanti.

Lisanna memintaku mengantar kerumah temanya karena memang rumah Lisanna di Depasar, yah mungkin dia berfikir rumahnya agak jauh dari nusa dua maka dia ingin menginap dirumah temanya. Setelah itu aku-pun segera merapikan diri dan bergegas menuju kerumah Lisanna untuk menjemputnya.

Setelah kurang lebih 1 jam aku sampai dirumah Lisanna, maklumlah bali sudah padat sekali lalulintasnya. Sekitar pukul 19.30 sampailah aku dirumah Lisanna, sesampainya disana aku segera mengetuk rpintu rumah Lisanna. Beberapa kali aku mengetuk pintu kemudian Lisanna-oun keluar dari rumahnya dengan sexy dan membawa tas ransel kecil yang isinya pakaian.

Berangkatlah kami ke Nusa dua, ditengah perjalanan karena kami lapar maka kami-un makan dulu di daerah By Pass menuju Nusa dua. SBeberapa saat kami-pun selesai makan malam dan kami-pun berangkat melanjutkan perjalanan ke Pantai Nusa Dua. Kurang lebih 1 jam kami-pun smapia di nusa 2, pada waktu itu jam menunjukan pukul 9 malam.

Seperti yang aku katakana tadi, pantai Nusa dua jika malam tidak terlalu ramai, disanacuma ada beberapa muda-mudi yang sedang berpasangan. Beberapa pasangan itu berpacaran ada yang sedang berciuman, ada juga yang berpulakn sembari bercanda-canda. Sesampainya disana kami-pun segera mencari tempat untuk duduk dan menikmati suasana pantai.

Sembari bersantai akupun memandangi Lisanna yang termenung melihat orang-orang berpacaran,
“ Hemmm… kayaknya dari tadi kamu ngeliathatin orang pacaran mulu deh Nggi, kamu pingin yah ??? gimana kalau kita malam ini pacaran, hhe… ?, ” ucapku menggodanya.

“ Apaan sih kamu Ro, kamu kali yang oingin, weeekkk… ” ucapnya balik menggodaku.
Saat itu tempat kami duduk lumayan sepi, kami duduk di atas kursi pantai dan mulai becanda, berbincang, dan tidur-tiduran di kursi pantai yang tersedia di pantai. Malam itu suasana sangat indah, bintang yang gemerlap diatas langit menemani suasana yag syahdu pada malam itu. Setelah agak bosan bersandar di kursi pantai, maka aku-pun mulai mendekat ke air pantai.

Pada awalnnya hanya aku yang bermain air, namun lama-kelamaan Lisanna yang masih duduk sendirian aku tarik agar ikut bermain air walaupun sebenarya hanya berjalan saja di pinggir pantai. Awalnya dia menolak, namun karena aku menariknya dengan sedikit paksaan Lisanna-pun pada akhirnya ikur berjalan menyusuri pinggir pantai denganku.

Disana kami pada akhirnya bermain air sembari berari-lari kecil, bercanda, sembari menikmati suasasan pantai yang henig dan indah. Rasanya malam itu aku bahagia sekali bisa bercanda dan menikmati malam minggu dengan Lisanna. Ditengah candaan kami, secara tidak sengaja Lisanna tersandung, maka secara reflek aku-pun mencoba menangkapnya.

Karena aku yang tidak siap, lagi pula kami berdiri diatas pasir maka aku-pun tidak bisa menjaga keseimbangngan pada akhirnya kami-pun terjatuh. Nah disinilah awal dari keseruan cerita sex ini, pada saat itu secara tidak sengaja Lisanna jatuh menimpaku dan bibir kami secara tidak sengaja saling bersentuhan.

Sesaat kami terdiam, mungkin karena kami merasa sama-sama kaget. Ketika dia menindihlu, aku juga merasakan payudara Lisanna menimpa tubuhku. Beuhhh… kenyal dan anget sekali para pembaca rasanya, seketiaka itu jantungku berdebar kencang sekali. Mungkin baru kali ini aku tertimpa seorang wanita yang aku sukai ya guest. Pada saat itu ternyata bukan hanya aku yang jantungnya berdetak kencang, sebaliknya Lisanna juga merasakan hal yang sama seperti aku. Saat itu muka kami terlihat merah dan kita saling malu-malu lalu Lisanna,

“ Ma.. Maaf ya Ro aku nggak sengaja, ” ucapnya.

“ Ngga papa kog Nggi, harusnya aku yang minta maaf sama kamu, soalnnya aku ngga bisa nahan tubuh kamu, jadinya kita jatuh deh “ jawabku.

Kemudian kami-pun membersihkan pasir yang menempel ditubuh kami masing-masing. Sembari membersihkan pasir, aku melirikwajah Lisanna, kulihat saat itu wajahnya masih memerah karena malu. Setelah kita selesai membersihkan pasir dari tubuh kami, aku-pun mengajak Lisanna kembali duduk ke kursi pantainya.

Di kursi itu, aku memberanikan diri untuk membelai pipinya dengan alesan di pipinya masih ada pasir. Tidak kusangka ketika aku belai wajahnya dia malah memejamkan matanya, mungkin saja dia menikmati belaian tanganku, hhe. Melihat respon Lisanna yang seperti itu, kini aku semakin beani, aku mulai mendekatkan wajahku pada wajahnya.

Sesaat aku terkejut dan berkata dalam hati, aduh gawat nih, bisa-bisa Lisanna marah nih sama aku.Namun tidak kusangka Lisanna saat itu malah memejamkan mata lagi, seakan dia merelakan untuk aku menhgecup bibrnya yang mungil itu. Pada akhirnya aku-pun menempelkan bibirku dengan bibrnya, dan Lisanna sama sekali tidak berusaha mengelak, dia hanya pasrah.

Mulailah aku mengkulum bibirnya dengan pelan dan lembut. Secara per;ahan aku terus mencumbu bibir Lisanna, dan Lisanna-pun mulai merespon ciumanku dengan mulai membuka mulutnya. Kini lidah kami-pun saling berpangutan dalam rasa suka sama suka. Sembari terus bercumbu, tanganku melingkar ke pinggangnya.
Beberapa menit kami berciuman, lalu aku mengehntikan ciumanku karena sadar Lisanna itu adalah sahabatku, dan aku berkata.

“ Ma, maafin aku ya nggi, aku kelepasan, sekali lagi maafin aku, ” ucapku.

Ketika aku meminta maaf pada Lisanna, tidak kusangka Lisanna-pun menutup mulutku dan berkata.

“ Sssssssstttt…. Nggak usah minta maaf seperti itu, jujur aku juga menikmatinya ciuman kamu kok Ro, ngomong-ngomong kamu udah jomblo berapa lama Ro ?, ” ucapnya.

“ Aku udah 2 tahun ini jomblo Nggi, kalau kamu ?, ” kataku.
“ Wah udah lumayan lama yah Ro, kalau aku belum pernah pacaran sama Sekali, karena kata mamah kalau aku belum kuliah aku nggak boleh pacaran, ” ucapnya.

Mendengar jawaban Lisanna aku-pun mencoba mencari selah dihati-nya,

“ Nggi, Emmmm… ka… kamu mau nggak, Emmmm… eeee…, “

belum selesai aku ngomong, Lisanna sudah memotong perkataanku,

“ Mau apa Ro ??? udah to the point aja nggak usah malu-malu !!! ” ucapnya.

“ Eeeee… kamu mau nggak jadi pacar aku nggak, udah lama aku suka sama kamu Nggi, tapi aku malu mengatakan ini sama kamu ?, ” ucapku ragu.

Pada saat itu Lisanna tidak menjawab apapun, saat itu dia diam dan langsung saja , dia mendekatkan wajahnya lagi dan kita mulai berciuman lagi. Kali ini dia mulai merangsang aku, dengan cara tangannya mulai memegang tanganku yang saat itu tanganku berada di atas pahaku. Akupun tidak diam begitu saja, saat itu aku juga mulai memegang tangannya.

Ketika kami berciuman semabri memegang tangan, tangan Lisanna yang kiri bergeser tepat diatas kejantananku. Luar biasa kagetnya aku pada saat itu, dalam hati aku berkata berani juga ternyata Lisanna melakukan hal seperti in padaku. Entahb saat itu dia sadar atau tidak aku tidak tahu, karena pada saat itu kami sudah terhanyut dalam birahi kami yang semakin memanas saja.

Sebagai laki-laki normal, kalau kejantanan-nya dipegang sama wanita, pastinya Shiro junior bereaksi. Saat itu aku melihat Lisanna sadar kalau kejantanku yang bergerak-gerak, soalnya tubuh aku diem, dan cuma kejantananku yang bergerak. Lisanna pun kaget karena ternyata dia tidak sengaja memegang kejantananku, buktinya dia kaget ketika kejantannaku bereaksi,

“ kok adek kamu gerak-gerak sih Ro, kamu udah terangsang yah ?, ” ucapnya.
“ Eeee… Enggak kog NGgi, ” ucapku mengelak.
“ Hahaha…, ” tawanya mendengar jawabanku.

Saat itu kamipun berpelukan sambil tiduran di kursi pantai. Tanpa banyak bicara pada saat itu aku langsung membuka celana, dan dia malu ngeliat punyaku yan sudah ereksi maksimal itu. Dia bilang ini pertama kalinya dia ngeliat kejantanan laki-laki. Saat itu secara reflek Lisanna menutup muka dia pake1 tangan. Namun tangan satunya aku raih dan aku arahkan pada kejantananku,

“ Udah kamu nggk usah malu Nggi, udah pegang aja nggak papa, ” ucapku merayunya.

Pada akhirnya dia-pun akhirnya memegang kejantanan-ku dan ngelepasin tangan satunya dari mukanya. Lalu aku cium dia lagi. Kali ini tangan aku mulai ngegerayang ke punggungnya dia dan berhasil ngelepas BH-nya dari belakang, sampe Bhnya jatuh keluar dari bajunya. Lalu aku mulai coba membuka bajunya, awalnya ga dia ga mau, karena takut ketahuan orang

Tapi aku bilang kalau dipantai ini udah nggak ada orang, apalagi uda kaya waktu itu, jam 10 malam. Akhirnya dia mau juga melepas bajunya, kini Lisanna setengah telanjang. Sungguh luar biasa sekali bentuk payudara Lisanna, payudaranya terlihat kencang dan bmempunyai putting mancung berwarna agak kemerahan.

Gila payudara-nya yang mulus banget guest, hal itu semakin membuatku terangsang saja. Sambil terus berciuman saat itu aku maenin payudara Lisanna dengan tangan kitriku. Tangan kananku-pun mulai begeriliaa kerah kancing celana Lisanna.

Mulailah kini aku membuka kancing celana dan menurunkan resleting celananya dan aku masukin tangan aku ke dalem CD nya. Setelah berhasil masuk, tanganku mulai memainkan Vagina Lisanna, setelah ebberapa saat aku mainkan kurasakan Vagina Lisanna mulai basah dengan lendir kawin-nya.

Tanpa banyak bicara lagi aku-pun mulai telanjang dan setelah itu aku telanjangi Lisanna, kini kami sama-sama telanjang. Mulai kini permainan yang sesungguhnya dimulai. Aku menyederkan Lisanna di kursi pantai itu, dan mulai menindihnya. Kini aku akan mulai memasukan keajananku, mnamun sebelum aku masukan aku membasahi kejantanku dengan ludahku. Dengan perlahan aku mencoba memasukan kejantanku.

Sedikit demi sedikit aku masukan, dan Lisanna hanya pasrah dengan melenguh kesakitan,

“ Uhhhh… Ssssssshhh… Sakit Ro, pelan-pelan, Ouhhhh…, ” desah Lisanna.

Pada awalnya memang sangat sulit untuk memasukan kejantanaku pada Vagina Lisanna, namun setelah beberapa kali aku keluarkan asukan kejantananku sedikit demi sedikit pada akhirnya aku-pun berhasil menanamkan kejantanaku didalam Vagina Lisanna,

“ Blesssssssssssss….”
“ Auw… Ssssssss… Sakit Ro… Ahhhhhhhhhhhhhhhh…, ” ucap Lisanna.

Saat itu aku tidak menjawab, aku sejenak mendiamkan kejnatanku didalam Vagina Lisanna. Kurasakan saat itu sepercik darah keluar dari dalam liang senggamanya, mungkin itu adalah darah keperawanan Lisanna. Kubiarkan Lisanna menghela nafas sejenak.

Sungguh luar biasa sekali nikmatnya liang senggama gadis perawan, ouhhh.

Setelah aku rasa sudah cukup memberikan waktu kepada Lisanna untuk menghela nafas, kini aku mulai memaju mundurkan kejantanaku dengan perlahan. Dengan konstan aku melakukan gerakan itu. Setelah kira-kira 10 menit kamu berhubungan sex, tidak kulihat lagi rasa sakit yang keluar dari mulut Lisanna,

“ Oouhhh Shiro enak Shiro..., terus Shiro, Ssssss… Ahhhh…, ” desahnya.

Tidak terasa kami sudah melakukan hubungan sex selama 20 menit. Tidak lama kemudian aku merasakan denyutan-denyutan dari Vagina Lisanna,

“ Ro aku keluar Ro… Ahhhhhhhhhhhhhhh…, ” ucapnya.
“ Iya sayang, keluarkan saja, ” ucapku sembari terus mengenjot Vagina Lisanna.

Kurasakan kejantanaku saat itu semakin hangat saja karena tersiram oleh lendri kawin Lisanna. Dari hal itu aku semakin terangsang saja, kini aku-pun mempercepat gerakanku, sekitar 5 menit aku menusuk Vagina Lisanna dengan tenaga penuh, nampaknya aku juga akan mendaoatkan Orgasmeku, kurasakan ada denyutan-denyutan dari batang kejantananku, dan aku segera mencabut kejnatanku,

“ Crottttttttttttttttttt… Crotttttt.. Crottttt.. Crott… ”

Akhirnya aku mendapatkan orgasmeku juga, dan aku mengeluarkan spermaku diatas perut Lisanna. Aku tidak berani memgeluarkan spermaku didalam Vagina Lisanna, karena aku takut kalau dia hamil. Malam itu kamipun tergeletak di atas kursi pantai dengan posisi telanjang dan aku masih menindih Lisanna untuk menghela nafas karena kecapean.

Setelah merasa fit lagi, aku dan Lisanna-pun segera memakai pakaain kami masing-masing karena semakin malam semakin dingin angina pantai. Pada saat itu aku melihat sudah pukul 11 malam, aku-pun menawarkan Lisanna untuk aku antar pulang kerumah temanya,

“ Nggi udah malem nih, kita pulan yuk, dingin nih disini, yuk aku anterin kamu kerumah temen kamu, ” ucapku.
“ iya nih Ro, aku tidur dirumah kamu aja deh ya, soalnya ini udah malem, nggak enak jugakan sama orang tua temen aku, ” ucapnya.

“ Yaudah deh kalau gitu, ” ucapku.

Kemudian kami segera pulang menuju rumahku, Oh iya kebetulan malam itu kedua orang tuaku dan adik laki-lakiku sedang tidur dirumah nenek aku yang letak rumahnya diseminyak, jadi malam itu aku dirumah sendirian. Kira-kira setelah 10 menit perjalan kami-pun sampai dirumahku. Kemudian aku dan Lisanna segera masuk kerumah karena takut ada tetangga yang tahu.

Pada malam itu setelah dirumhku, kami-pun Ml lagi sebanyak 3 kali permainan. Dalam hubungan sex yang terakhir aku meminta untuk aku mngeluarkan spermaku didalam Vagina Lisanna. Saat itu Lisanna-pun setuju karena pada saat itu Lisanna tidak dalam masa subur.

Setelah puas dengan hubungan sex kami-pun malam itu tertidur pulas dengan posisi telanjang bulat dan penuh rasa puas

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar