Breaking

Jumat, 17 November 2017

CERITA DEWASA DIGILIR PARA BANDIT

Agencabul.com - Warung yang terletak di pingggir jalan menjual aneka minum minuman keras, setiap malam selalu buka, dan yang disana rata rata laki laki berprofesi antara lain sopir angkot, penjudi, perampok dll dikenal tempat itu kumpulnya para bandit, ada yang berencan untuk merampok toko emas yang berada di seberang sana, mereka sedang merencanakan perampokan terhadap toko emas di kota.


Setelah berbicara cukup lama, Stevan menyalakan Rokoknya, lalu berjalan ke luar warung. Matanya menerawang jauh, menatap jalan kecil yang mulai gelap itu. Sampai matanya agak memicing, karena silau, tersorot lampu mobil.

Suzuki Carry itu tepat berhenti di samping Stevan. Perlahan kaca gelap mobil itu terbuka, dan terlihat sosok gadis muda. Malam pak, numpang tanya, perumahan cemara indah, dimana pak.. suara gadis itu begitu lembut, membuat birahi Stevan jadi bangkit.

Stevan menatap gadis itu, dia tersenyum, di otaknya mencari cara, untuk memperdaya gadis itu.
sebenarnya bisa lewat jalan ini terus lurus, tapi jalan di depan ada galian kabel, jadi harus muter, terus lewat gang kecil di sebelah sana.. kata ronny membohonginya.
Oh, lewat jalan gang.. yang mana yah pak.. kata gadis itu lagi. Wah jalannya sempit dan rusak, terus agak belok belok.. kata Stevan lagi.

Gadis itu diam, sepertinya binggung. Begini saja, biar saya antar, saya naik motor, nanti kamu ikuti motor saya. Kata Stevan.
Gadis itu tersenyum, wah, terima kasih, jadi repotin bapak saja nih.
Stevan tersenyum, jantungnya berdetak lebih cepat, rencananya sudah makin mendekati ke mangsanya. Stevan tersenyum lagi lalu berkata tidak apa apa koq, tapi saya mau makan dulu yah.. di warung dalam sana.. kamu tunggu saja sebentar.

Stevan berencana, untuk mengepungnya bersama teman temannya dan membawanya masuk ke warung itu.
Tapi di luar dugaan Stevan, gadis itu malah turun dari mobil suzuki carry itu. Eh pak, saya juga agak haus.. saya ingin minum juga.. katanya.

Itu langkah yang salah, gadis itu tak menyadari banyak serigala lapar di dalam sana
Stevan tersenyum sekali lagi, dan menatap gadis itu. Yang berpakaian seksi dan sensual. Dia mengenakan gaun pesta. Bagian dadanya lumayan rendah membuat belahan dadanya agak terlihat.
Buah dada gadis itu tidak besar, tapi padat dan bulat, dan tetap mengacung walaupun ia tidak mengenakan BH sekalipun. Pantatnya juga terlihat bulat di tutupi oleh gaun pesta itu.

Panjang gaun malam itu hanya sampai sepuluh senti di atas lutut, membuat kakinya yang panjang terlihat jelas, halus, putih mulus. Karena ketatnya gaun yang ia pakai, gadis itu berjalan perlahan, masuk ke dalam warung itu. Rambutnya yang berwarna kecoklatan jatuh tergerai di punggungnya.
Setelah gadis itu berada di dalam warung itu, dia tidak yakin apakah memang tempat ini yang baik, setelah matanya melihat keadaan di sekelilingnya. Ia sendiri harus bertanya beberapa kali kenapa bisa sampai ke tempat ini.

Gadis itu mulai grogi, dia terus dekat Stevan yang asik melahap mie instan rebus, lalu memutuskan untuk memesan teh botol dan sambil berdiri menunggu sebentar.
Keempat orang yang sedang bermain kartu remi memandanginya dengan mata melotot penuh nafsu birahi. Gadis itu sendiri merasa merinding ketika matanya menatap mata mereka. Mereka menjilati bibir mereka setiap kali mata Selly beradu pandang dengan mereka. Tak lama, suasana semakin memanas. Cerita Dewasa

Pak, ayo tolong antarkan saya.kata gadis itu pada Romy. Stevan tersenyum sabar yah, oh iyah nama kamu siapa sih. Gadis itu tak menjawab. Tapi Stevan bertanya lagi eh, nama kamu siapa?. Lina jawabnya singkat.
Oh nama lu bagus juga, kata Stevan. Lina berkata lagi ayo pak, nanti saya bayar ongkosnya, tolong bapak antar saya sekarang.

Stevan tersenyum sinis, lalu tangannya hinggap di pantat Lina dan merabanya. Gadis itu tersendak eh.. jangan kurang ajar yah.. katanya. Stevan tersenyum menyeringai he he he baru gitu aja eleo udah marah, gimana kalo gua entot loe.
Nada bicara Stevan berubah, yang tadinya lembut, sekarang jadi kasar. Lina menyadarinya, ini tidak baik. Segera dia menuju ke pintu, untuk pergi dari sana. Tapi terlambat, dua orang bandit berada di depan pintu. Mereka berdiri sambil mengusapi selangkangan mereka.

“Hei Non, gimana kalo loe buka baju eleo, jadi kita bisa senang senang!” seseorang dari mereka berkata. “Gimana kalo kita nyanyi sama-sama, sambil telanjang Non?” yang lain menimpali.
Lina mulai panik, minggir, saya mau pergi. katanya.

Tapi seseorang segera mendekatinya dan menempatkan tangannya di bahunya serta mendorongnya duduk di kursi sementara preman itu sendiri duduk di sebelah Lina. Hei, apa apa nih.. kata Lina
Kemudian tanpa aba aba, preman itu menjilat dan mencium telinga Lina. Lina berontak, dan menjerit apa apa nih, bajingan. Lalu tangan Lina reflek menampar pipi preman itu. Teman temannya yang lain tertawa tawa.

Tiba tiba, preman itu mencabut belatinya, dan menancap belati itu di kursi kayu yang di duduki Lina, tepat di antar kedua paha Lina. Untungnya belati itu tak sampai melukai pahanya.
Lina hanya bisa memandangi belati mengkilap itu dengan mulut terbuka tak percaya kejadian ini harus menimpa dirinya.
Ketika Lina tidak mengatakan apa-apa, orang itu memasukkan tangannya ke dalam gaun Lina, merabai pahanya dan berusaha membuka kaki Lina. Hei, apa apa nih tolong, jangan. Lina meronta dan memandang sekelilingnya dengan tatapan memelas mohon pertolongan.

Hei, jangan gangu dia, dia milik gua..bentak Stevan. Dan preman itu melepaskan tangannya.
Stevan segera mendekati pintu dan menguncinya. Dua orang preman memegang tangan Lina yang terus berusaha meronta dan menjerit, Tolong.. tolong lepaskan jangandari atas tempat duduknya. Kedua laki-laki itu berkata yah terus menjerit.. gua suka dengar suara jeritan eleo
Wajah Lina memutih pucat ketakutan, dan memohon pada mereka untuk melepaskan dirinya.

Tapi dua dari preman itu segera menarik tangannya, dan membawanya ke meja kayu, yang biasa dipakai buat makan. Lina terus meronta. Tangan preman itu menjambak rambutnya. Akhirnya mereka berhasil membawa dan membaringkan Lina di meja kayu itu.

Kemudian kedua tangannya di ikat pada kaki meja. Kini tangan Lina, terikat terbuk, satu ke kiri dan satu kekanan. Kini Lina terbaring tak berdaya, dengan tangan terikat seperti di salib. Hanya kakinya yang bergerak menendang nendang tanpa arah. Juga jerit tangisnya yang memilu.
Yah, terus berontak, gua suka sekali melihatnya..kata Stevan tertawa. Lina  terus berontak, dan menangis memohon dilepaskan. Tapi Stevan hanya tertawa. Eh, eloe orang minggir, liatin gua aja yah, cewek ini punya gua.. kata Stevan pada teman temannya.

Teman temannya hanya tertawa tawa.
Lalu Stevan segera merobek gaun Lina, dengan bantuan belatinya. Sekali tarik gaun itu lepas seluruhnya di sertai jeritan Lina.
Semua mata langsung tertuju pada tubuh Lina yang hanya memakai celana dalam hitam, dan juga bra yang hitam.
Stevan merangkak naik keatas meja. Tapi Lina segera menedangnya. Stevan cepat tanggap, menangkis tendangannya, lalu memukul keras perutnya, Lina  menjerit kesakitan aduh, ampun jangan pukul. agencabul.com

Stevan pun turun lagi, dan mengikat kedua kakinya pada kaki meja itu. Kini Lina benar benar tak berkutik. Dia terikat diatas meja dengan kaki terbuka lebar. Ha ha cewek sialan loe, ayo berontak lagi. kata Stevan.

Lina hanya bisa menitikan air mata. Dan Stevan pun segera mendekatkan mukanya pada selangkanan Lina, menciumi aroma vaginanya yang masih terbungkus celana dalamnya. Lina mengelijing dan memohon tolong hentikan jangan lakukan ini. Tapi itu sia sia saja.
Stevan terus saja menciumi celana dalamnya, dan tak lama dengan belatinya itu dia merobek celana dalam dan Bra Lina. Kini tubuh Lina terbuka, tanpa sehelai benang pun. Stevan menatap tubuh telanjang gadis itu, demikian juga preman preman bejat lainnya.

Buah dada Lina yang montok, vaginanya yang kecil dengan sedikit bulu bulu kemaluannya. Stevan segera mendekat ke vaginanya. Dengan dua jarinya dia membuka lebar bibir vagina Lina. Wah, memek eloe masih bagus yah, apa eloe masih perawan. kata Stevan.
Lina tak menjawab, hanya terisak tangis. Stevan pun mejulurkan lidah menjilati klitorisnya. Lina mengelijing dan meronta sudah tolong hentikan. Stevan terus saja bernafsu melumat vagina Lina. Membuat Lina terus mengelijing.

Aghhh jerit Lina, ketika Stevan memasukan dua jarinya ke liang wanita Lina. Jari Stevan menyolok nyolok vagina Lina dengan cepat. Jerit kesakita Lina, malah semakin membuat gerakkan jari Stevan Liar. Stevan mengorek ngorek liang vagina Lina. Lalu menarik jarinya keluar.
Stevan mencabut jarinya, menatap jarinya yang basah, menyeringai, lalu kembali memasukan jarinya di liang vaginanya.Rupanya, eloe udah gak perawan yah.. dasar perek ejek Stevan.
Kembali jarinya menyodok nyodok vagina Lina, membuat Lina mengeram pedih.
Setelah Stevan puas memainkan vaginanya, Stevan melepaskan ikatan Lina dan langsung menariknya turun dari meja kayu itu. Lina tersungkur di lantai, dan Stevan membuka celananya. Penis ngacung keras. CERITA SEKS

Tiba-tiba, Stevan menjambak rambut Lina dan menariknya, Lina menjerit kesakitan ahhhh, tolong ampun.
Stevan memerintahkan Lina untuk segera mengulumnya dan jika ia berani mengigit penisnya, ia akan merontokan gigi Lina.
Stevan memajukan penisnya mendekati muka Lina, penisnya yang sudah tegang dan keras, ia menjepit hidung Lina untuk membuat Lina membuka mulutnya. Lina meronta, tapi Kembali Lina menjerit keras, Ahhhh ketika satu pululan tepat di mukanya.

Ketika Lina kehabisan nafas dan membuka mulutnya untuk menghirup udara, Stevan segera mendorong penisnya ke dalam mulut Lina. Dan mulai mendorong dan menarik kepala Lina.
Kepala Lina bergerak maju dan mundur tanpa henti, terus menerus. Lipstik Lina yang berwarna merah menempel di batang penis yang ada di mulutnya. Dan ketika kepala penis itu masuk ke tenggorokannya Lina tersedak, tapi Stevan tetap mendorong hingga kepala penis itu masuk lebih dalam di tenggorokan Lina.

Air mata mulai meleleh di pipinya. Sambil Lina dipegangi hingga tak bergerak dengan penis yang terbenam hingga tenggorokannya. Stevan kemudian menarik penisnya keluar, lalu mendorong lagi.
Setelah kira kira 10 menit, Stevan menekan masuk penisnya. Lina tersedak, dan terasa sperma Stevan muncrat di tenggorokkannya. Setelah penis itu benar benar terlepas dari mulutnya, Lina segerah memuntahkan sperma yang memenuhi mulutnya.
Seorang dengan perut buncit, tangannya penuh tatto segera menghapiri Lina. Membuka resleting celananya, Tangannya kemudian menjambak rambut Lina dan mulai mendorong masuk penisnya dalam mulut Lina mengantikan Stevan.

Menggerakan penisnya dengan kasar membuat penisnya kembali bergerak keluar masuk di mulut Lina. Semua orang dapat mendengar suara dahi Lina yang menumbuk perut orang itu, dan erangan Lina yang terdengar setiap kali penis itu masuk jauh ke tenggorokannya.
Ketika laki-laki itu akan mengalami orgasem ia mendorong kepala Lina hingga hidung Lina terbenam di dalam rambut kemaluan orang itu tanpa bisa menarik nafas. Sperma langsung menyembur keluar memenuhi mulut Lina.

Dan dari sudut mulut Lina sperma menyemprot keluar, mengalir turun, menggantung di dagu Lina. Kemudian orang itu mulai bergerak lagi tanpa henti. Sperma terus mengalir keluar, jatuh dari leher Lina. Ketika akhirnya ia menarik penisnya dari mulut Lina, Lina megap-megap menarik nafas dan terbatuk-batuk memuntahkan sperma yang masih ada di tenggorokannya.
Dua orang kemudian memegangi Lina sementara yang lain mulai melepaskan pakaian mereka. Lina  sendiri tak berdaya untuk melarikan diri, setelah baru saja ia mengalami shock.
Ketika semuanya telah telanjang bulat, kembali Lina diangkat dan diletakan di atas meja kayu dan langsung dipegangi oleh empat orang laki-laki, setiap orang memegangi tangan dan kakinya. Kaki Lina terbuka lebar dan tubuhnya telentang.

Stevan kembali mendekat dan naik ke atas meja. Perlahan ia menggosokan penisnya yang besar ke kaki Lina. Yang lain hanya bisa memandang iri pada penis Stevan yang panjangnya hingga 25 senti dan selalu ia yang mendapat kesempatan pertama. Stevan memerintahkan orang di dekat kepala Lina untuk mengangkat kepala Lina hingga Lina bisa melihat ketika penis Stevan mulai masuk ke vagina Lina.

Orang yang memegangi kaki Lina berusaha membuka kaki Lina lebih lebar. Dengan satu kali dorongan keras, penis Stevan dengan keras memasuki vagina Lina. Lina menjerit sekeras-kerasnya, AaHHHGG... dan makin meronta-ronta, tanpa daya menghentikan Stevan memperkosa dirinya.
Stevan sendiri menikmati sekali segala jeritan dan rontaan Lina. Ia menyeringai setiap kali Lina menjerit kesakitan
.
Ketika Stevan sedang memperkosanya, laki-laki lainnya ikut menyakiti Lina dengan mencubit, meremas, meraba, mengisap, mengigit, menjilat dan menciumi seluruh tubuh Lina.
Mereka mulai dengan memainkan buah dada Lina dan mengisapi puting susunya, tangan-tangan mereka juga menarik-narik dan menjepit puting susunya. Lina terus menjerit, pilu ahhhggg ampun Ahhhh hentikan tolong.
Kaki Lina diangkat tinggi-tinggi dari atas meja sementara tangan-tangan merabainya, menikmati halusnya kaki Lina.

Beberapa menit kemudian jeritan Lina hanya tinggal erangan dan rintihan tapi Stevan tetap memperkosa Lina tanpa henti, terus bergerak makin cepat. Setelah lama kemudian, Stevan menarik penisnya hingga hampir terlepas dari jepitan vagina Lina, ia mengerang dan maju mendorong ke depan sekuat tenaga.
Kepala Lina terdongak dan jeritan melengking terdengar, melolong panjang keluar dari mulut Lina AGHHHH. Stevan mengejang beberapa saat penisnya menyemburkan sperma ke dalam vagina Lina. Setelah Stevan mencabut penis, spermanya pun berhamburan keluar dari liang vagina Lina yang membengkak dan memar.

Laki-laki yang lain kemudian melepaskan pegangan Lina dan bertengkar mengenai giliran siapa selanjutnya. Lina hanya bisa berbaring, menangis, tubuhnya menjejang kesakitan. Kaki dan tangannya masih terbuka lebar, ia menangis histeris. Ia telah diperkosa, dilecehkan, harga dirinya di injak injak.

Eh perek, kenapa nangis, Loe mustinya nikmatin, soalnya masih banyak cowok yang antri, semua mau cobain memek eloe kita baru aja mulai!” katanya pada Lina.
Seorang laki-laki segera naik ke atas meja setelah Stevan turun. Sekarang, Lina dapat merasakan bagaimana bibir vaginanya perlahan membuka kembali dan penis itu sedikit demi sedikit masuk ke dalamnya. Kesakitan kembali tercermin di wajah Lina, ketika ia merasa tubuhnya seperti dirobek oleh penis yang masuk. Lina mengerang lagi aghhh sakit.

“Loe jangan belagu deh! Kalo lo nggak suka sama punya gue atau punya temen gue tadi, masih ada yang laen! Cepet atau lambat lo pasti temuin yang lo suka!” bentak orang itu.
Perkataan orang itu membuat apa yang telah ia takutkan selama ini menjadi nyata. Lina akan diperkosa bergantian oleh seluruh orang yang ada di bar itu. Dan ia tidak punya pilihan sama sekali. Lina hanya bisa menyerahkan dirinya dan melayani mereka hingga selesai.

Sekarang Lina hanya berharap ia bisa keluar dari situ hidup-hidup, dan berharap tidak ada seorangpun yang tahu apa yang telah ia alami.
Tak lama preman itu menyemburkan spermanya ke dalam vagina Lina yang sudah terisi oleh sperma Stevan. Lalu dengan segera orang lain menggantikan laki-laki itu, kemudian laki-laki lain menyusul, setelah itu temannya juga mulai memperkosa Lina.

Lina tidak bisa lagi menahan rasa sakit dan ia sudah kehabisan tenaga melayani laki-laki itu. Lina lalu menangis dan memohon pada semuanya agar melepaskan dirinya. Sudah tolong lah Ahhh saya, sudah tak kua, ahhh sakit.
Tapi Laki-laki yang sedang menindihnya meremas buah dada Lina keras-keras hingga Lina menjerit kesakitan. AHHGGG sakit hentikan tolong. Dan menarik puting susunya dengan kuat AGHH sakit ampunnn.

“Jangan berisik! Lo belon ngelayanin temen-temen gue! Masih ada lima orang lagi!” bentaknya pada Lina.
Tiba-tiba orang itu menarik penisnya keluar dan merangkak ke dada Lina. Lina sudah sangat ketakutan sekarang hingga ia hanya bisa berbaring dengan mata terpejam erat, menunggu orang selanjutnya yang akan mengambil giliran memperkosanya.

Ia sama sekali tidak menyadari orang yang baru saja memperkosanya mengarahkan penisnya ke muka Lina. Dan tepat sebelum orang itu orgasme Lina membuka matanya. Sperma segera menyembur ke seluruh wajah Lina. Sehingga seluruh sperma itu keluar menyembur dari penis itu.
Ketika orang itu puas ia menarik rambut Lina dan menamparkan penisnya ke wajah Lina. “satu-satunya yang boleh loe mohon cuma ini tau? Loe sendiri yang masuk ke sini pake pakaian merangsang kayak perek, dan loe mohon kita berhenti? Lo bercanda apa? Lo musti ngelayanin kita sampe kita nggak bisa bangun lagi! Ngerti” Orang itu membentak Lina.

Lima orang terakhir kemudian mengambil giliran masing-masing dan memperlakukan Lina sama dengan orang sebelumnya. Ketika hampir orgasme, mereka menarik penisnya keluar, merangkak di atas dada Lina, dan memyemprotkan sperma mereka ke seluruh wajah dan buah dada Lina kemudian menarik rambut Lina untuk membersihkan penis mereka.

Dan ketika orang yang terakhir selesai Lina berbaring hampir tak sadarkan diri.
Wajah, buah dada, dan puting susu Lina seluruhnya dilumuri sperma. Sperma itu mengalir turun dari sisi wajahnya, masuk ke telinga dan leher Lina. Lina tidak bisa membuka matanya karena semuanya tertutup oleh sperma. Lina harus bernafas melalui mulutnya karena sperma sudah masuk ke hidungnya.

Rambut Lina yang kecoklatan terlihat kusut karena terkena sperma yang mengering di rambutnya. Ketika orang-orang itu beristirahat sejenak, Lina  hanya berbaring di atas meja, kakinya terbuka lebar dan sperma mengalir keluar dari vaginanya, menunggu orang selanjutnya memperkosa dirinya.
Vagina Lina tampak memar, memerah, dan terasa sakit karena baru saja dimasuki sepuluh orang bergantian tanpa henti.

Dua orang menarik tubuh Lina turun dari meja itu dan menyeretnya ke kamar mandi. Mereka kemudian membersihkan tubuh Lina dengan kertas tisu yang kasar dari sperma yang menempel. Dan ketika tubuhnya diseret keluar lagi, Lina melihat meja tadi telah dipindahkan ke pinggir ruangan.

Di tengah ruangan itu sekarang tergelar matras kusam dan delapan laki-laki telanjang bulat berdiri mengelilinginya. Lina didorong ke tengah-tengah lingkarang orang itu, hingga ia terjatuh ke atas matras, tubuhnya tersungkur tak berdaya untuk mengangkat tubuhnya.
Lina merasakan tangan-tangan di seluruh tubuhnya mulai menarik, mendorong dan mengangkat tubuhnya. Ketika Lina membuka matanya ia melihat seseorang telah berbaring telentang di bawah tubuhnya.

Orang itu adalah si Stevan, dan penisnya sudah tegak berdiri. Kedua bibir vagina Lina kemudian dibuka oleh dua pasang jari-jari ketika perlahan tubuh Lina diturunkan mengarah ke penis Stevan. Dengan sisa-sisa sperma yang ada, penis itu dapat lebih mudah masuk ke dalam vagina Lina.
Dan Lina sendiri hanya mengerang, merasakan kembali sakit Ahggg Aghh perih tolong hentikan sudahh..

Seseorang kemudian menarik rambutnya, dan sebuah penis lain mendekati mulutnya. Lina dengan perlahan membuka mulutnya, berharap mereka tidak akan menyakitinya jika ia menuruti kemauan mereka. Penis itu masuk hingga ke tenggorokan Lina dan berhenti tak bergerak.
Selanjutnya Lina merasakan sebuah tangan mendorong tubuhnya hingga turun. Kemudian tangan-tangan lain mulai membuka belahan pantatnya. Lina panik dan berusaha merangkak menjauhi tangan-tangan itu. Dengan merangkak Lina membuat penis di mulutnya masuk makin dalam ke tenggorokannya.

“Hei, lo suka juga akhirnya! Kalo gitu ayo mulai aja sayang!” kata orang yang memasukan penisnya ke mulut Lina sambil tersenyum.
Ia mulai menggerakan pinggulnya secepat dan sekuat tenaga. Tubuh Lina yang terdorong mundur karena gerakan orang itu, disambut dengan sebuah penis lain di liang anusnya. Sekarang rasa sakit yang perlahan mulai hilang dari tubuh Lina, kembali menyengat seluruh tubuhnya.
Rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, sakit yang tidak pernah dirasakan Lina sebelumnya. Pikiran Lina menjerit-jerit kesakitan, sedangkan mulutnya hanya bisa mengeluarkan suara tidak jelas diredam oleh penis yang keluar masuk.

Rasa sakit itu makin menjadi-jadi, ketika ketiga orang itu mulai bergerak berirama. Tubuh Lina seperti terkoyak-koyak ketika penis-penis itu bergantian keluar masuk di dalam vagina dan anusnya.
Dua orang kemudian mendekat memegangi tubuh Lina hingga ia tidak terjatuh ke samping. Semua lubang di tubuh Lina, mulut, vagina dan anus dipergunakan oleh mereka untuk memuaskan nafsu mereka secara bersamaan.

Kemudian dua orang terkakhir tadi menarik tangan Lina, melingkarkan jari-jari Lina di penis mereka dan menyuruhnya untuk mulai mengocok penis-penis mereka, sementara dua orang lainnya berlutut di samping Lina, dan menarik buah dadanya untuk kemudian digosokan pada penis mereka.
Sekarang Lina sudah dalam keadaan berlutut, tubuhnya bergoyang maju mundur. Tujuh dari sepuluh orang itu terus-menerus menggunakan tubuh Lina untuk membuat mereka puas. Tidak seorang pun peduli dan melihat bahwa Lina sama sekali tidak bisa bergerak. Semuanya tampak sangat bernafsu memperoleh bagian tubuh Lina.

Setelah beberapa menit rasa sakit itu mulai bisa ditekan oleh Lina. Lina terus memejamkan matanya karena ia tidak ingin melihat bagaiman orang-orang itu mempergunakan tubuhnya untuk memuaskan mereka. Ia hanya berharap semua itu segera selesai, karena dirinya hampir tidak bisa lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Orang di anus Lina lebih dulu orgasme. Ketika ia selesai dan menarik penisnya keluar, orang lain maju dan dengan mempergunakan sperma orang yang pertama, ia melumasi penisnya dan memasukannya ke anus Lina. Lalu orang di mulutnya menyemburkan sperma, membuat Lina tersedak tak bisa bernafas, berusaha sekuat tenaga menelan sperma orang itu.
Lalu penis itu ditarik dan digantikan oleh penis lain, yang kali ini lebih besar. Lina berusaha membuka mulutnya, tapi orang itu tidak sabar dan langsung mendorong penisnya masuk, dan mulai bergerak.

Ia mendorong penisnya dalam-dalam dan tidak menariknya keluar, terus menahannya di dalam tenggorokan Lina. Lina kemudian merasakan getaran dari tubuh Stevan di bawahnya dan cairan hangat mengalir ke dalam vaginanya, segera setelah itu orang lain menggantikan posisi Stevan tadi.
Orang-orang tadi bergantian memperkosa Lina di seluruh lubang yang ada, ia terus menelan semua sperma yang disemburkan di dalam mulutnya. Dua orang di depan wajahnya mengocok penisnya masing-masing dan mengarahkan penisnya ke wajah Lina.

Ketika Lina melihat ke bawah, orang di bawah tubuhnya sedang menatap wajahnya dan kepalanya diganjal oleh kedua tangannya. Tak lama kemudian sperma kembali masuk ke dalam vagina Lina, dua detik kemudian sperma menyembur ke anusnya.

Penis lain kembali masuk ke vagina Lina. Lina kembali memejamkan matanya, ia sekarang hanya bisa mengeluarkan suara erangan, aghhh aghh agh. Yang semakin tinggi ketika penis lain masuk ke anusnya. Ketika ia membuka matanya lagi, Lina melihat sebuah penis diarahkan ke wajahnya.
Kepala penisnya berwarna ungu bulat, dan beberapa detik kemudian sperma menyembur menghantam wajahnya mengalir masuk ke mulutnya. Orang tubuh kemudian minggir dan sebuah penis lain maju mendekat.

Sepanjang malam Lina terus melanyani sepuluh orang itu hingga semuanya mendapat bagian menggunakan mulut, vagina dan anusnya paling sedikit satu kali.
Dan ketika orang-orang tersebut puas dan menjauh dari tubuh Lina, tubuh Lina tersungkur, terkapar tak berdaya.Lina lalu mengangkat wajahnya berusaha melihat orang-orang yang mengelilinginya, setelah itu semuanya gelap Lina tak sadarkan diri. END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar