Agencabul situs Video Bokep dan Foto dewasa terbaru di tahun 2017 Bercinta Dengan Anak Ibu Kost yang Sangat Bohai ~ Kumpulan video dan Cerita Dewasa

Selasa, 11 Juli 2017

Bercinta Dengan Anak Ibu Kost yang Sangat Bohai



Selamat datang kembali di Agen cabul.com. Banyak cerita sex yang menarik disini tentunya Dan juga menarik untuk disimak tentunya. Dan dapatkan selalu cerita menarik dan terbaru.

Pada saat saya membuat cerita ini saya baru berumur 24 Tahun. Pada saat itu aku duduk ditingkat akhir suatu perguruan teknik di Yogya.  Wajahku tidak jelek dan tidak ganteng juga namun bisa dibilank wajahku ini manis.  Aku memiliki tubuh yang tegap dan juga bisa dibilank lumayan kekar karena aku sering olahraga bahkan seminggu sekali jadwal aku untuk olahraga. Namun hanya 1 kekurangan aku bahwa aku tidak punya mobil.
Jika aku ada mobil pasti banyak cewek yang suka sama aku.

Tapi walaupun begitu saat ini aku sudah punya kekasih kok dan kami menjalaninya dengan cukup serius. Dan kami juga sudah berniat untuk menikah nantinya. Kami sama sama kost dan jarak antara kost aku dan juga kost dia hanya berjarak 800 m saja. Aku sudah mempunyai kunci kamar kosnya. Walaupun begitu kami masih pacaran sesuai dengan aturan agama koq  bukan tanpa batasnya.
Dalam masalah pacaran kami sudah tau dan pernah rasakan sii gimana yang namanya saling berciuman,bergumulan dan juga yang namanya remas remasan.
Tapi kami melakukannya dengan masih menggunakan pakaian lagi.

Kekasihku merupakan salah satu wanita yang paling menjaga banget keperawanannya dan dia berkata dia akan manjaga keperawannanya sampai nantinya kami menikah. Dan pada saat kami bergumul dan juga berciuman kadang sampai aku mencapai puncak dan kemudian "muntah" keluar juga.
Sebelumnya aku juga belum pernah pacaran dam juga belum merasakan bagaimana rasanya memek perempuan.
Pacarku merupakan anak bontot dikeluarganya dan merupakan penakut dan kadang minta ditemani sampai jam 12 malam. Dari aku pulang kuliah sore dan pulang kekost kemudian langsung berangkat ke kost dia kembali dan menemani dia sampai nantinya dia tertidur.
Dan biasanya jika tidak bergumul aku melakukan tugasku dan belajar.
Dan kostnya hanya bersekat dengan triplex yang menjadi ruang tamu dan hanya tertutup dengan kain gorden saja.

Ibu kostnya kekasihku juga mempunyai anak perempuan yang cantik dan juga manis manis. Dan aku mendapat gosip bahwa anak pertama ibu kost sudah menikah dan sebelumnya sdauh hamil duluan. Dan kabarnya anaknya yang kedua juga sama namun untuk anak keduanya samapai saat ini masih belum menikah karena lelakinya tidak mau bertanggung jawab. Jadi untuk anaknya diguggurkan saat itu. Dan anak keduanya termasuk wanita yang terkenal dengan gonta ganti pasangan di kampus. Dan pacarnya tidak hanya ada 1 saja.

Dan jika aku bermain dikost pacar aku dia sering menggodaku dan ajak aku majeng, Nama anak ibu kost kekasihku yaitu Juliana. Juliana memang terkenal dengan tubuh yang seksi dan juga Bohai dikampus. Tingginya 155 cm, kulitnya berwarna kuning langsat dan kelihatan sangat licin. Pinganggnya ramping dan memiliki dada yang padat dan juga dada yang membusung. Yang membaut aku sempat tergoda yaitu dia  memiliki pinggul yang sduah sedikit berbentuk dan kelihatan indah. Matanya bagus dan memiliki hidung yang munggil serta sedikit mancung dan juga tentunya bibir yang sensual.
Dan jika dia memakai Lipstik maka bibirnya yang sensual itu sangat seksi dan membuat aku sangat ingin untuk menciumnya.

Karena rambutnya yang lebat maka dia memotong rambutnya potongan BOB dengan warna hitam pekat. Dan seperti biasanya sore itu aku pergi ke kost pacar aku dan begitu sampai didepan kost aku tampak Juliana yang sedang duduk diteras rumah dengan dua adiknya. Dan seperti biasanya Juliana memakai pakaian rok sepan dan juga kaos yang ketat tanpa lengan.
"Mas Dik ngapel mbak Rina ya? Wahhhhhh...... mau ngpain thu Massss.........
Dan Mbak Rinanya sedang agak ada dikost nie Mas sepertinya pergi tadi dengan temannya dan mau ngerjain tugas katanya.

Hahhh.... Masa sii?
Sudah lah Mas mendingan ngapelin Juli aja hari ini Massss, dengan nada yang sedikit menggoda.
Wanita ini benar benar menggoda dalam hatiku berpikir. Dan perkataannya snagt menggoda hasratku saat ini. Beneran nie ya.... Jika benran aku gak nolak loh nie. Heheheheheheheheh.....
Mbak Juli bisa aja dechhhhh....... Tanggapan aku sok berwibawa.

Juli memiliki pacar yang nama nya Firman. Dan selama masa pacaran mereka sii Firman seperti sedang ngapeli anak SMA saja dan seperti sedang minum obat saja. Karena cara ngapelnya sampai 1 kali 3 kali dan jika sudah plang kuliah baru selesai dah ngapelnya.
Kan lebih hebat cara aku pacarannya dan ngapelnya kan dan kalau aku selama ngapel hanya cukup dengan mengobrol dan juga belajar bersama.

Iya Massss dan selama 3 bulan ini Juli jadi single lagi nie Masss karena Firman ada ada praktek lapangan di Riau Mass. Mass Dika carikan donk teman Mas untuk Dika... Biar Juli tdak kesepian Massss. tapi carikan yang keren ya Mass yang seperti Mass Dika atuh.
Wahhh sduah gak waras nie cewek playgirl.
Dan menurut aku Juli bukan merupakan gadis yang hanya sekedar dengan bercanda saja namun dia termasuk tipe cewek yang suka nyerempet hal yang berbahaya.

Jangan Ahhhh ntar Kak Firmannya marah loh...
Kan kak Firmannya tidak tahu Masss.
Sepertinya wanita seperti Juli enak ini untuk ditiduri nie dan kekenyalan tubuhnya enak untuk dinikmati.
Kemudian aku mengeluarkan kunci untuk membuka kamar pacarku dan diatas meja ada pesan berupa memo dari pacar aku yang berisi bahwa dia mengerjekan tugas dirumah temannya dan untuk malam ini tidak pulang. Dia juga berpesan bahwa ada makanan didalam kulkas.
Aku berpikir biarlah aku belajar disana sampai pukul 10 malam nantinya baru kembali lagi kerumah.
Dan aku  duduk disana sambil mendengarkan radio kemudian  aku berjalan kearah kulkas untuk menggambil makanan ringan.

Baru mau berjalan terdengar suara ketukan pintu dari luar... Tokkk.tokk.tok.tok.tokkk dan aku berjalan untuk membuka pintu kamar dan yang sedang berdiri diluar sana yaitu Juli dan seperti biasanya aku hanya menyingkap kain gorden juga. Mbak Yana sudah pulang Masss.......
Belum nihhh Jull, hari ini dia tidak pulang sepertinya dia tidur dirumah temannya karena banyak tugas katanya.
Aku kesini hanya untuk meminjam kalkulator untuk membuat PR Mass.
Nahhhh ini pakai kalkulator aku saja tapi cepat dikembalikan ya,
Oke Mas Juli janji dechhh kata Juli dengan nada genit dan bibirnya tersenyum manis serta aliran matanya yang menggoda dan juga sangat menggemaskan.

Aku kemudian memberikan dia kalkulator yang ingin dia pinjam dan tidak sampai 20 menit kemudian terdengar suara ketukan puntu kembali Tok.tok.tok.tok, saat aku sedang asiknya dengan pelajaranku. Dan begitu dia balik terlihat kembali wajah yang menddoda diriku kembali  dengan tatapan genit. Dan kali ini dia sudah mengganti bajunya menjadi pakaian yang hany menutup dada setengah saja dan tali yang dikat dipundaknya.
Dan dengan baju tersebut terlihat bagian dadanya yang membusung dengan gagahnya. Dan bibirnya yang seksi dengan dipolesi lipstik pink.

Dan pemandangan ini membuat kontol aku bangkit berdiri kembali.
Nihh Mas kalkulatornya dengan ucapan yang manja yang membuyarkan keterpanaan aku.
Sudah selesai nie Mbak jul kalkulatornya.
Boleh gak Juli minta diajari sama mas Dika belajar Matematika nih.

Dan sebelum aku persilahkan untuk masuk Juli sudah nyelenong untuk masuk. Aku duduk dihadapannya dan pintu kamarnya tertutup sendiri dengan perlahan. Kemudian Juli mencari halaman buku yang hendak ditanyakannya kepadaku saat itu.
Sambil menunggu dia menemukan mataku sambil mencari kesempatan untuk meilhat dadanya. Ya Ampunn Juli ternyata dia tidak menggunakan BH daan dalam posisi yang menunduk dan kedua gunungnya oayudaranya kelihatan sangat jelas.

Sambil menunggu Juli mencari pelajaran yang akan ditanyakannya aku juga sambil mencari celah untuk bercerita. Dirumah kok sepi? kemana emanknya semuanya Mbakkk sambil menlean ludah. Dan kontolku kembali menggeras. Sialan dalam hatiku berkata.
Mama dan adik2 sudah tidur semuanya dan waktu itu hasratku sudah sangat ingin untuk menyetubuhi Juli karena suasana malam itu sangat sepi.

Tak berselang 10 menit Juli sduah berpindah tempat duduk dan duduk disebelah aku dan bertanya Massss Dikk ini benar gak ya Mass?
Pada saat dipertengah jalanan ada kekeliruan cara menghitung Juli yaitu diantara menahan nafsu birahinya. dan aku menggambil pensil kemudian kembali menjelaskan kepadanya. Tiba tiba Juli lebih mendekat kearahku dan akibatnya payudaranya menekan dilengan tangan kananku. Terasa sanhat hangat dan juga lunak dan dengan sedkit sengaja aku juga untuk menekan kembali payudaranya.

Ihhh Mas Dikk tangannya nakal banget dechh sambil langsung berjaga jarak dengan tempat duduk yang sedang aku duduk saat itu.
Sambil merenggut manja.
Aku berpikir mengapa juga aku tidak berani karena dia sudah berani datang kesini malam malam juga. Dan dia datang dengan sengaja memakai pakaian yang memamerkan atasannya. Dan artinya dia sudah mempersilahkan diriku untuk menikmati manisnya tubuhnya.
Dan aku berpura pura berdiri dibelakangnya kemudian menempelkan kontolku ke punggungnya yang lebut tanpa 1 goresan pun.

Ihhh Mas Dika jangan gitu donk Mass.
Juli cemberut dan aku berkata udah udah dech aku kan hanya mengawasi pekerjaan Mbak Juli saja.
Dan kali ini aku semakin berani dan kontolku kutekankan kepunggungnya yang kemyal itu kembali. Dan kemudian merasa tidak tahan lagi aku langsung kuranggkul dan badannya langsung aku rebahkan diatas karpet. Bibirnya aku lumat dan juga punggungnya aku remas remas nikmat. Dan dia tidak menolak namun malah menikmati apa yang aku lakukan bahkan dia mengadakan perlawanan dan mengimbangi kuluman yang aku lakukan dengan diselingi permainan lidahnya.  Bahkan dia mengalahkan kemahiranku.

Ciumanku berpindah ke bagian lehernya yang jenjang, bau harum yang terpancar dari kultnya yang halus dan juga lembut. Tidak terlihat dari cara Juli berciuman dengan aku bahwa dia seorang mahasiswa karena kemahiranya mengalahkan apa yang dilakukannya. Kemudian tanganky berpindah ke buah dada dan buah dadanya yang tidak dilindungi dengan bra tersebut terasa sangat kenyal dalam remasan yang aku lakukan.

Masss Dik buka saja donk bajunya Masss, rintihnya... Dan tanpa menunggu persetujuan dari aku Juli langsung membuka ikat pingang celana aku. Dan dengan sigap aku tidak mau mengalahkannya dan aku langsung juga mmebuka baju bagian atasannya dan kutarik baju atasanya kulepas dan kubebaskan dari tubuhnya. Tanpa penutup sehelai benang pun bagian atasnya terlihat sangat indah. Dengan ditimpa dengan sinar lampu neon buah dadanya yang indah terlihat mulus dan juga licin. Putingnya berdiri sangat tegak diujung gumpalan payudaranya yang berwarna pink kecoklatan.

Karena bagian bawah aku sduah dilepas ika dengan segera aku langsung melepas kemeja aku dengan segera namun celana dalamku masih ada ditubuhku. Namun Juli masih tertutup oleh rok sepannya itu. Dan pinggulnya yang indah itu kini terbungkus celana dalam yang minim dan tipis berwarna merah. Dan celana dalamnya dapat menyembunyikan rambut halus disekitar vaginanya.

Kemudian Juli memandangi bagain dada aku yang bidang dan kemudian memandang kearah kontol aku yang sudah menegang dan panjang. Dan pandangan matanya memancarkan nafsu yang sudah menggelegak. Dan secara perlahan aku mendekatkan badan aku dengan dirinya yang sduah terbaring pasrah dan aku menggulang kembali  secara lembut dan akli ini lebih halus lagi  dan Juli mengimbanginya kembali. Dan kali ini payudaranya menekan ke dada aku yang bidang. Dan keduanya saling meremas punggung dengan nafsu yang memburu.

Kemudian ciuman aku berpindah kebagian lehernya yang mulus dan kemudian aku menggeluti tubuhnya.. Juli merintih puasin Juli Massss..... Bisik Juli dengan sedikit terbata-bata.
Kini wajahku hanya bergerak kearah payudaranya yang menggembung padat. Bau harumnya terpancar dari pori porinya. Aku juga menghirup kuat kuat lembah diantara kedua bukit payudaranya itu. Dan wajahku kugesekkan dikedua bukit payudaranya  secara bergantian dan hidungku terus menghirup keharuman yang terpancar dari kulit payudaranya.

Dan puncak bukit payudaranya yang sebelah kanan aku lahap dan yang sebelah kiriny aku remas dan kusedot dengan kuat sehingga daging yang masuk kedalanm mulutku menjadi sebesar besarnya.
Ngiluuuu ahhh Maassss..... Rintih Juli.
Dan rintihan itu semakin membuat aku bangkit dan terkadang aku menekan nekan puting payudaranya yang sebelah kiri dan tangan aku.
Argghhh Massss geliii...gelii massss. Hanya itu kata kata yang berulang keluar dari mulutnya yang merangsang.
Aku tidak puas dengan payudaranya dan kini aku meneruskan permainan lidahnya kearah perutnya juli yang rata dan berkulit amat mulus. Mulutku berhenti didaerah pusarnya dan mulai berkonsentrasi mengecupi bagian pusarnya. Dan kedua tangan aku menyusup kebelakang dan meremas remas pantatnya yang lebar dan menggembung padat. Dan kedua tangan aku menyelinap kedalam celananya yang melindungi pantatnya. Dan perlahan rok sepan dan juga celana dalam yang ada dibagian tubuh bawahnya aku pelorotkan kebawah.  Dan dia mmeberi respon dengan cara mengangkat pantatnya untuk membantu aku melepaskan celana dalamnya.

Kini terliaht lah sudah semua apa yang ada dibagian tubuhnya. Jembut Ika sungguh lebat dan subur sekali. Sambil kembali menciumi kulit perut di sekitar pusarnya, tanganku mengelus-elus pahanya yang berkulit licin dan mulus. Dan sampailah jari jari tangaku ditepi kanan bibir luar pepeknya. Tanganku pun mengelus-elus memeknya dengan dua jariku bergerak dan bawah ke atas. Dan Juli menikmatinya dengan maencari sesuatu yang baru agar lebih nikmat yaitu dengan cara meremas payudaranya sendiri.

Perlahan kusibak bibir memek Ika dengan ibu jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya menongol keluar. Dan tangan aku kembali pegang payudaranya dengan jilatan pendek dan terputus putus dan sambil memainkan puting payudaranya. “Au Mas Bob.. shhhhh.. betul.. betul di situ mas Dika.
Dia mendesah dengan dibarengi matanya sampai terpejam. Bulu alisnya yang tebal dan indah bergerak ke atas-bawah mengimbangi gerakan merem-meleknya mata.

Aku meneruskannya dengan permainan lidah dan juga jilatan panjang dan lubang anus sampai kekelentitnya. Karena gerakan ujung hidungku pun secara berkala sampai menyentuh pepek Juli.
Tak sampai 5 menit kemudian ada keluar cairan dari vaginanya mulai basah dan ada juga sampai mencapai lubang anusnya. Juli menggerang dengan kerasnya dan aku segera fokus pada jilatan jilatan lidah serta tusukan ujung vaginanya. Dan semakin lama ujung vaginanya semakin basah.

Aku memasukkan jari aku kelubang memeknya, dan jari yang sudah masuk aku bengkokkan ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa dan akhirnya berhasil juga. “Auwww.. mas Bob..!” jerit Ika sambil menyentakkan pantat ke atas. Dan itu membuat jari yang sudah ad didalam kembali terlepas. Perut bawahnya yang ditumbuhi bulu-bulu jembut hitam yang lebat itu pun menghantam ke wajahku. Aku mencium ada bau harum dan ada bau khas cairan vagina yang merasuk ke sel sel syaraf penciumanku.

Dan aku kembali memasukkan dua jariku kedalam vaginanya dan Juli melakukan gerakan yang sama. Dan kali ini kami sama sama mengimbangi gerakan yang kami lakukan satu sama lain. Kelentit itu tampak semakin menonjol sehingga gampang bagiku untuk menjilat dan mengisapnya. Karena nafsu birahiku sudah tidak tertahankan maka aku  langsung menghisap dengan lidahku secara perlahan dan Juli semakin keras merintih rintih bagaikan orang yang sedang mengalami sakit demam saja. Dan pinggulnya terus bergerak ke kenan dan juga ke kiri.

Masss...Masss..Massssss hanya kata itu yang dapat diucapkan Juli akibat menahan nikmat yang dirasakannya. Permainan jari dan lidahku semakin bertambah ganas dan membuat Juli semakin mengerang-erang dan menggeliat dan meremas apa saja yang dapat diremas. Bahkan dia meremas rambut yang ada dikepalaku. dan sampai meremas payudaranya sendiri.

Masssss Dika Juli sudah tidak tahan lagi nihh Massss....... Langsung donk Mas masukkan donk Mas kontolnya dilubang pepek aku. Erang Juli sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhnya. Dan aku tidak perduli apa yang dirasakannya, aku terus mempermainkan Juli terlebih dulu kemudian aku ingin membuatnya mencapai puncak orgasme dan sementara aku belum apa apanya dan masih segar bugar.
Kocokan dua jari tangan aku didalam pepeknya semakin aku percepat. dan gerakan tangan aku kupercepat didalam memeknya ketas dan juga kebawah dan sampai terasa ujung jari aku menghentak dinding atasnya secara perlahan. Dan ibu jariku menghentak dinding atasnya secara perlahan sampai aku mendengar suara crkkkk-crkkkk-crrrkkkk-crkkkkk-crkkkkkk akibat pepeknya basah maka menimbulkan suara.
Dan dari mulut Juli sendiri terdengar pekikan kecil yang terputus putus. “Ah-ah-ah-ah-ah..”
Sementara itu aku semakin memperdahsyat kocokan jari jari dimemeknya sambil memnadangi wajahnya yang cantik dan juga aduhai. Keningnya berkerut menahan rasa nikmat.

Crrrk! Crrrk! Crrek! Crek! Crek! Crok! Crok! terdengar suara yang keluar dan kocokan jariku dipepeknya semakin keras dan aku mempertahankan kocokan tersebut.  Dan sudah 3 menit Juli mampu mengeluarkan jeritan yang mebangkitkan nafsu dan aku melihat payudaranya semakin kencang dan juga tegang. Dan sampai akhirnya tubuh Juli mengejang hebat. Bibirnya yang sensual itu keluar jeritan hebat... Mass..... Dikkkkkkkk.... Dua jariku tertanam didalam vagina dengan keluar masuknya jariku didalam vaginanya. dan celah antara tanganku dengan bibir pepeknya.
Prut! Prut! Pruttt! Semprotan cairan tersebut sampai mencapai pergelangan tanganku.

Beberapa detik kemudian Juli sduah terkulai lemas diatas karpet, dan matanya terpejam sangat rapat dan sepertinya dia baru saja mengalami orgasme yang begitu hebat. Kocokan jari tanganku di vaginanya pun kuhentikan. Kubiarkan jari tertanam dalam vaginanya sampai jepitan dinding vaginanya terasa lemah. Setelah lemah. jari tangan kucabut dan memeknya. Cairan vagina yang terkumpul di telapak tanganku pun kubersihkan dengan kertas tissue. Ketegangan kontholku belum juga mau berkurang.  Apalagi melihat tubuh Juli telanjang. seolah menantang diriku untuk membuktikan kejantananku pada tubuh mulusnya.

Tanganku meremas-remas payudara dan mempermainkan putingnya. Tubuhnya kembali menggelinjang-gelinjang karena menahan rasa geli dan ngilu di payudaranya. Setelah puas melumat-lumat bibir. wajahku pun menyusuri leher Juli yang jenjang. Wajahku kemudian menggeluti belahan payudaranya yang berkulit lembut dan halus, sementara kedua tanganku meremas-remas kedua belah payudaranya. Segala kelembutan dan keharuman belahan dada itu kukecupi dengan bibirku. Segala keharuman yang terpancar dan belahan payudara itu kuhirup kuat-kuat dengan hidungku, seolah tidak rela apabila ada keharuman yang terlewatkan sedikitpun.

Kugesek-gesekkan memutar wajahku di belahan payudara itu. Kemudian bibirku bergerak ke atas bukit payudara sebelah kiri. Kuciumi bukit payudara yang membusung dengan gagahnya itu. Dan kumasukkan puting payudara di atasnya ke dalam mulutku. Kini aku menyedot-sedot puting payudara kirinya.

“Ah.. ah.. mas Dikk .. geli.. geli ..,” mulut indah Ika mendesis-desis sambil menggeliatkan tubuh ke kiri-kanan. Aku memperkuat sedotanku. Sementara tanganku meremas-remas payudara kanan  Kadang remasan kuperkuat dan kuperkecil menuju puncak bukitnya, dan kuakhiri dengan tekanan-tekanan kecil jari telunjuk dan ibu jariku pada putingnya.
Mas Dikk .. hhh.. geli.. geli.. enak.. enak.. ngilu.. ngilu..” Aku semakin gemas Bukit payudara kadang kusedot besarnya-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya, kadang yang kusedot hanya putingnya dan kucepit dengan gigi atas dan lidah. Belahan lain kadang kuremas dengan daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang hanya kupijit-pijit dan kupelintir-pelintir kecil puting yang mencuat gagah di puncaknya.


“Ah.. mas Bob.. terus mas Bob.. terus.. hzzz.. ngilu.. ngilu..”
Juli mendesis enak hingga tidak tertahankan. Matanya kadang terbeliak-beliak. Geliatan tubuhnya ke kanan-kini semakin memuncak dan semakin berfrekuensi.
Akhirnya Juli tidak kuat melayan kesenangan keduaku dan dengan gerakan yang cepat dia memerotkan celana dalamku higga turun ke paha. segera kulepas eelana dalamku. Jari ajri tangan Juli yang mulus dan juga lembut kemudian menangkap penisku yang sudah berdiri dengan gagahnya.
Gila sekali Massss... Besar sekali penis kamu Masss........
Sambil membiankan mulut, wajah, dan tanganku terus memainkan dan menggeluti kedua belah payudaranya, jan-jari lentik tangan kanannya meremasremas perlahan kontholku secara berirama, seolah berusaha mencari kehangatan dan kenikmatan di hatinya menahan kejantananku. Remasannya itu memperhebat vothase dan rasa nikmat pada batang kontholku.

Kemudian aku membopong tubuh Juli yang telanjang didalam kamar yang memiliki kasur. Dan ketika aku membopong Juli dia tidak mau melepaskan tangannya dari leherku dan bahkan tubuhnya menyentuh kasur tangannya langsung menarik wajahku mendekat wajahnya. bibirnya yang pink menekan itu melumat bibirku dengan ganasnya. Aku pun tidak mau mengalah. Kulumat bibirnya dengan penuh nafsu yang menggelora, sementara tanganku mendekap tubuhnya dengan kuatnya. 
Kupeluk punggungnya yang halus mulus kuremas-remas dengan gemasnya.

Aku menindih tubuh Juli dan penisku terjepit diantara pangkal pahanya yang mulus dan perut bawahku sendiri.  
Bahkan kehangatan kulit pahanya yang mengalir batang penisku yang tegang dan juga keras. Bibirku pun melepas bibir sensual  Juli dan kecupan bibirku pun turun. Kukecup dagu dia yang bagus dan juga lehernya yang jenjang.Kuciumi dan kugeluti leher indah itu dengan wajahku, sementara pantatku mulai bergerak aktif sehingga kontholku menekan dan menggesek-gesek paha Ika. Gesekan di kulit paha yang licin itu membuat batang kontholku bagai diplirit-plirit. Kepala kontholku merasa geli-geli enak oleh gesekan-gesekan paha Juli. 


Puas dengan lucuti leher indahnya wajahku turun kembali ke buah dada montoknya. Dengan gemas dan juga geramnya aku membenamkan kembali wajahku kebelahan dadanya. Sementara  kedua tangan aku meraup kedua belahan dadanya. Dan entah sudah yang keberapa kalinya ini terjadi. Dan belum puas dengan itu wajahku kemudian aku gesek gesekkan memutar sehingga kedua gunung payudaranya tertekan oleh wajahku secara bergantian. Sungguh sedap rasanya ketika hidungku menyentuh dan menghirup dalan dalam daging payudaranya yang besar dan kenyal itu.

Kemudian bibirku meraup puncak bukit payudara kiri Juli. Daerah payudara yang kecoklat-coklatan beserta putingnya yang pink kecoklat-coklatan itu pun masuk dalam mulutku. Kulahap ujung payudara dan putingnya itu dengan bernafsunya, tak ubahnya seperti bayi yang menetek susu setelah kelaparan selama seharian. Di dalam mulutku, puting itu kukulum-kulum dan kumainkan dengan lidahku. 

“Mas Dik .. geli.. geli ..,” kata Juli kegelian.
Aku tidak memperdulikannya aku terus menggulum puncak bukit payudaranya. Putingnya terasa dilidahku menjadi keras kemudian aku kembali melahap puncak bukti payudaranya sebesar besarnya. Dan apa yang masuk didalam mulutku kusedot sekuat kuatnya dan payudara sebelah kanannya kuremas dengan tanganku sekuat kuatnya. Dan hal tersebut kulakukan secara bergantian antara payudara kanan dan juga yang sebelah kiri. 
Sementara kontholku semakin menekan dan menggesek-gesek dengan beriramanya di kulit pahanya.
Dan hal itu semakin membuat dia menggelinjang hebat tiada taranya.


“Mas Dik.. mas Dik .. ngilu.. ngilu.. hihhh.. nakal sekali tangan dan mulutmu.. Auw! Sssh.. ngilu.. ngilu..,” rintih Juli.  Api nafsuku semakin berkobar-kobar. Semakin ganas aku mengisap-isap dan meremas-remas payudara montoknya karena mendengar rintihannya. Sementara kontholku berdenyut-denyut keenakan merasakan hangat dan licinnya paha Juli. Akhirnya aku tidak sabar lagi. Kulepaskan payudara montok Juli  dari gelutan mulut dan tanganku. Bibirku kini berpindah menciumi dagu dan lehernya, sementara tanganku membimbing kontholku untuk mencari liang memeknya. Kuputar-putarkan dahulu kepala kontholku di kelebatan jembut di sekitar bibir memek Juli.
Bulu-bulu jembut itu bagaikan menggelitiki kepala kontholku. Kepala kontholku pun kegelian. Geli tetapi enak.

“Mas Dik .. masukkan seluruhnya mas Dik .. masukkan seluruhnya.. Mas Dik  belum pernah merasakan memek wanita kan Mass. Jari-jari tangan Ika yang lentik meraih batang kontholku yang sudah amat tegang. Pahanya yang mulus itu dia buka agak lebar.
“Edan.. edan.. kontholmu besar dan keras sekali, mas Dikk .....katanya sambil mengarahkan kepala kontolku kelubang memeknya.
Sesaat kemudian kepala kontholku menyentuh bibir memeknya yang sudah basah.
Kemudian dengan perlahan-lahan dan sambil kugetarkan, konthol kutekankan masuk ke liang memek. Kini seluruh kepala kontholku pun terbenam di dalam memek. Daging hangat berlendir kini terasa mengulum kepala kontholku dengan enaknya.Aku menghentikan gerak masuk kontholku.

Masss Dikk terus masukkan Masssssss...Sssshhhhh...enak jangan berhenti sampai disitu saja........."Juli protes untuk tindakan yang dilakukannya. Namun aku tidak perduli dan aku membiarkan kontolku hanya masuk kememeknya yang hanya sebatas kepala saja. Sementara bibir dan hidungku dengan ganasnya menggeluti lehernya yang jenjang, lengan tangannya yang harum dan mulus, dari ketiaknya yang bersih dari bulu ketiak. Ika menggelinjang-gelinjang dengan tidak karuan..
“Sssh.. sssh.. enak.. enak.. geli.. geli, mas Dikk .....Geli.....geli.......geli terusssss masukkkk mass Dikkk.."

Bibirku mengulum kulit lengan tangannya dengan kuat-kuat. Sementara gerakan kukonsentrasikan pada pinggulku. Dan.. satu.. dua.. tiga! Kontholku kutusukkan sedalam-dalamnya ke dalam memek Juli dengan cepat dan juga kuat. Plak! Pangkal pahaku beradu dengan pangkal pahanya yang mulus yang sedang dalam posisi agak membuka dengan kerasnya.

“Auwww!” pekik Juli.
"Sakit Mas Dikkkkk...Nakal sekali kamu....nakal ahh kamuu...kaa Juli sambil tangannya meremas punggung dengan kerasnya.
Aku terus memompa memek Ika dengan kontholku perlahan-lahan. Payudara kenyalnya yang menempel di dadaku ikut terpilin-pilin oleh dadaku akibat gerakan memompa tadi.
Kontholku serasa diremas-remas dengan berirama oleh otot-otot memeknya sejalan dengan genjotanku tersebut. Terasa hangat dan enak sekali. Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontholku menyentuh suatu daging hangat di dalam memek Juli.

Kemudian aku mengambil kedua kakinya yang kuning langsat mulus dan mengangkatnya. Sambil menjaga agar kontholku tidak tercabut dari lobang memeknya, aku mengambil posisi agak jongkok.
Betis kanan Juli kutumpang diatas bahuku. dan sebelah kananua kutumpangkan diatas bahuku dan yang sebelah kiri kudekatkan dengan wajahku. Sambil terus menggocok memknya dengan perlahan dengan menggunakan kontolku. Betis indahnya yang ada disebelah kiri aku ciumi dan kukecup dengan gemasnya.

Begitu hal tersebut kulakukan beberapa kali secara bergantian, sambil mempertahankan rasa nikmat di kontholku dengan mempertahankan gerakan maju-mundur perlahannya di memek Juli.
Setelah puas dengan cara tersebut, aku meletakkan kedua betisnya di bahuku, sementara kedua telapak tanganku meraup kedua belah payudaranya. Masih dengan kocokan konthol perlahan di memeknya, tanganku meremas-remas payudara montok Juli.
Kadang kedua putingnya kugencet dan kupelintir-pelintir secara perlahan. Puting itu semakin mengeras, dan bukit payudara itu semakin terasa kenyal di telapak tanganku. Mata Juli sampai merem melek menahan rasa nikmat.

"Ahhh Masss Dikkk.....gelii....geli...geli.... Ngilu Masss Ngiluuu....Ssshhhhh...sshhhh...terus Masss Dikkkkkkkkkk. Gila Mas benran gede banget nie kontolmu. Enak etan rasane kontolmu Mass....
nanti jangan disemprotkan diluar Memekkkkkk mas Dikkkk. Nyemprotnya didalam saja ya Mas ya karena aku sedang tidak subur nie Massss.
Aku mulai mempercepat gerakan masuk-keluar kontholku di memek Juli.
"Ahhhhh-ahh-ahhh... benar Masss Dikkk benarrr.. yang cepat Massss terus Masss Dikkkkk terusssss....."
tenagaku menjadi berlipat ganda. Kutingkatkan kecepatan keluar-masuk kontholku di Juli. Terus dan terus. Seluruh bagian kontholku serasa diremas-remas dengan cepatnya oleh daging-daging hangat di dalam memek Juli. Mata Ika menjadi merem-melek dengan cepat dan indahnya. Begitu juga diriku, mataku pun merem-melek dan mendesis-desis karena merasa keenakan yang luar biasa di cerita seks panas.
“Sssh.. sssh.. Julii....enak sekali memekmuuu..enak sekali memekmuu......enak sekali....

Aku meningkatkan lagi kecepatan keluar-masuk kontholku pada memeknya. Kontholku terasa bagai diremas-remas dengan tidak karu-karuan. 

Aku mengayuh terus. Aku belum merasa mau keluar. Namun aku harus membuatnya keluar duluan. Biar perempuan Sunda yang molek satu ini tahu bahwa lelaki Jawa itu perkasa. Biar dia mengakui kejantanan orang Jawa yang bernama mas Dika.  Sementara kontholku merasakan daging-daging hangat di dalam memek Ika bagaikan berdenyut dengan hebatnya.

Telapak tangannya memegang kedua lengan tanganku seolah mencari pegangan di batang pohon karena takut jatuh ke bawah. “Mas Dikk .. ah-ah-ah-ah-ah.. Enak mas Dikkk, enak.. Ah-ah-ah-ah-ah.. Mau keluar mas Dikk .. mau keluar.. ah-ah-ah-ah-ah.. sekarang ke-ke-ke..” Tiba-tiba kurasakan kontholku dijepit oleh dinding memek Juli dengan sangat kuatnya. Di dalam memek, kontholku merasa disemprot oleh cairan yang keluar dari memek Juli  dengan cukup derasnya. Dan telapak tangan Juli  meremas lengan tanganku dengan sangat kuatnya. Mulut sensual Ika pun berteriak tanpa kendali:
“..keluarrr..!”

Mata Juli membeliak-beliak. Sekejap tubuh Juli  kurasakan mengejang. Aku pun menghentikan genjotanku. Kontholku yang tegang luar biasa kubiarkan diam tertanam dalam memek Juli. Kontholku merasa hangat luar biasa karena terkena semprotan cairan memek Juli . Kulihat mata Juli  kemudian memejam beberapa saat dalam menikmati puncak orgasmenya.

Setelah sekitar satu menit berlangsung, remasan tangannya pada lenganku perlahan-lahan mengendur. Kelopak matanya pun membuka, memandangi wajahku. Sementara jepitan dinding memeknya pada kontholku berangsur-angsur melemah. walaupun kontholku masih tegang dan keras.
Aku kembali menindih tubuh telanjang Juli dengan mempertahankan agar kontholku yang tertanam di dalam memeknya tidak tercabut.
“Mas Dikk.. kamu luar biasa.. kamu membawaku ke langit ke tujuh,” kata Juli  dengan mimik wajah penuh kepuasan. “pacar-pacarku yang dulu tidak pernah membuat aku ke puncak orgasme seperti ml.

“Mas Dikk  kamu seperti yang kubayangkan. Kamu jantan.. kamu perkasa.. dan kamu berhasil membawaku ke puncak orgasme. Luar biasa nikmatnya..” Aku bangga mendengar ucapan Juli. Dadaku serasa mengembang. Dan bagai anak kecil yang suka pujian, aku ingin menunjukkan bahwa aku lebih perkasa dari dugaannya.  Kebetulan aku saat ini baru setengah perjalanan pendakianku di saat Juli  sudah mencapai orgasmenya. Kontholku masih tegang di dalam memeknya.Kontholku masih besar dan keras, yang harus menyemprotkan pelurunya agar kepalaku tidak pusing di cerita dewasa lainya.
Aku kembali mendekap tubuh mulus Juli , yang di bawah sinar lampu kuning kulit tubuhnya tampak sangat mulus dan licin. Kontholku mulai bergerak keluar-masuk lagi di memek Juli, namun masih dengan gerakan perlahan. Dinding memek Juli  secara berargsur-angsur terasa mulai meremas-remas kontholku.

Aku kembali mendekap tubuh mulus Juli , yang di bawah sinar lampu kuning kulit tubuhnya tampak sangat mulus dan licin. Kontholku mulai bergerak keluar-masuk lagi di memek Juli, namun masih dengan gerakan perlahan. Dinding memek Juli  secara berargsur-angsur terasa mulai meremas-remas kontholku. Terasa hangat dan enak. Namun sekarang gerakan kontholku lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti karena adanya cairan orgasme yang disemprotkan oleh memek Juli  beberapa saat yang lalu.

“Ahhh.. mas Dikk .. kau langsung memulainya lagi.. Sekarang giliranmu.. semprotkan air manimu ke dinding-dinding memekku.. Sssh..,” Dikk  mulai mendesis-desis lagi.

Bibirku mulai memagut bibir merekah Juli  yang amat sensual itu dan melumat-lumatnya dengan gemasnya. Sementara tangan kiriku ikut menyangga berat badanku, tangan kananku meremas-remas payudara montok Juli  serta memijit-mijit putingnya, sesuai dengan mama gerak maju-mundur kontholku di memeknya.
“Sssh.. sssh.. sssh.. enak mas Dik , enak.. Terus.. teruss.. terusss..,” desis bibir Juli  di saat berhasil melepaskannya dari serbuan bibirku. Desisan itu bagaikan mengipasi gelora api birahiku.
“Mas Dikk.. ah.. mas Dikk.. ah.. mas Dikk.. hhb.. mas Dikk .. ahh..”


Kontholku semakin tegang. Kulepaskan tangan kananku dari payudaranya. Kedua tanganku kini dari ketiak Juli  menyusup ke bawah dan memeluk punggung mulusnya. Tangan Juli  pun memeluk punggungku dan mengusap-usapnya. Aku pun memulai serangan dahsyatku. Keluar-masuknya kontholku ke dalam memek Juli sekarang berlangsung dengan cepat dan berirama. Setiap kali masuk, konthol kuhunjamkan keras-keras agar menusuk memek Ika sedalam-dalamnya.

Dalam perjalanannya, batang kontholku bagai diremas dan dihentakkan kuat-kuat oleh dinding memek Juli. Sampai di langkah terdalam, mata Juli membeliak sambil bibirnya mengeluarkan seruan tertahan, “Ak..!” Sementara daging pangkal pahaku bagaikan menampar daging pangkal pahanya sampai berbunyi: plak! Di saat bergerak keluar memek, konthol kujaga agar kepalanya yang mengenakan helm tetap tertanam di lobang memek. Remasan dinding memek pada batang kontholku pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah dibanding dengan gerak masuknya. Bibir memek yang mengulum batang kontholku pun sedikit ikut tertarik keluar, seolah tidak rela bila sampai ditinggal keluar oleh batang kontholku. Pada gerak keluar ini Bibir Juli  mendesah, “Hhh..”

Aku terus menggenjot memek Juli  dengan gerakan cepat dan menghentak-hentak. Remasan yang luar biasa kuat, hangat, dan enak sekali bekerja di kontholku. Tangan Juli  meremas punggungku kuat-kuat di saat kontholku kuhunjam masuk sejauh-jauhnya ke lobang memeknya. beradunya daging pangkal paha menimbulkan suara: Plak! Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara kontholku dan memek Ika menimbulkan bunyi srottt-srrrt.. srottt-srrrt.. srottt-srrrtt.. Kedua nada tersebut diperdahsyat oleh pekikan-pekikan kecil yang merdu yang keluar dari bibir Juli :


“Ak! Uhh.. Ak! Hhh.. Ak! Hhh..”
Kontholku terasa empot-empotan luar biasa. Rasa hangat, geli, dan enak yang tiada tara membuatku tidak kuasa menahan pekikan-pekikan kecil:
“Jull .. Jul.. edan.. edan.. Enak sekali jul .. Memekmu enak sekali.. Memekmu hangat sekali.. edan.. jepitan memekmu enak sekali..”
“Mas Dik.. mas Dik .. terus mas Dik..” rintih Juli, “Enak mas Dik.. enaaak.. Ak! Ak! Ak! Hhh.. Ak! Hhh.. Ak! Hhh..”


Tiba-tiba rasa gatal menyelimuti segenap penjuru kontholku. Gatal yang enak sekali. Aku pun mengocokkan kontholku ke memeknya dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke dalam, kontholku berusaha menusuk lebih dalam lagi dan lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk sebelumnya. Rasa gatal dan rasa enak yang luar biasa di konthol pun semakin menghebat.

Jul.. aku.. aku..” Karena menahan rasa nikmat dan gatal yang luar biasa aku tidak mampu menyelesaikan ucapanku yang memang sudah terbata-bata itu.
“Mas Dik.. mas Dik.. mas Dik ! Ak-ak-ak.. Aku mau keluar lagi.. Ak-ak-ak.. aku ke-ke-ke..”
Tiba-tiba kontholku mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya. Aku tidak mampu lagi menahan rasa gatal yang sudah mencapai puncaknya. Namun pada saat itu juga tiba-tiba dinding memek Juli  mencekik kuat sekali. Dengan cekikan yang kuat dan enak sekali itu. aku tidak mampu lagi menahan jebolnya bendungan dalam alat kelaminku.

Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala kontholku terasa disemprot cairan memek Juli, bersamaan dengan pekikan Juli, “..keluarrrr..!” Tubuh Juli mengejang dengan mata membeliak-beliak.
“Jull..!” aku melenguh keras-keras sambil merengkuh tubuh juli  sekuat-kuatnya, seolah aku sedang berusaha rnenemukkan tulang-tulang punggungnya dalam kegemasan. Wajahku kubenamkan kuat-kuat di lehernya yang jenjang. Cairan spermaku pun tak terbendung lagi.


Crottt! Crott! Croat! Spermaku bersemburan dengan derasnya, menyemprot dinding memek Juli yang terdalam. Kontholku yang terbenam semua di dalam kehangatan memek Juli terasa berdenyut-denyut.
Beberapa saat lamanya aku dan Juli terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali, sampai-sampai dari alat kemaluan, perut, hingga ke payudaranya seolah terpateri erat dengan tubuh depanku. Aku menghabiskan sisa-sisa sperma dalam kontholku. Cret! Cret! Cret! Kontholku menyemprotkan lagi air mani yang masih tersisa ke dalam memek Juli. Kali ini semprotannya lebih lemah.

Perlahan-lahan tubuh Juli  dan tubuhku pun mengendur kembali. Aku kemudian menciumi leher mulus Ika dengan lembutnya,
Aku merasa puas sekali berhasil bermain seks dengan Juli.
Pertama kali aku bermain seks, bidadari lawan mainku adalah perempuan Sunda yang bertubuh kenyal, berkulit kuning langsat mulus, berpayudara besar dan padat, berpinggang ramping, dan berpinggul besar serta aduhai.Tidak rugi air maniku diperas habis-habisan pada pengalaman pertama ini oleh orang semolek Juli.
“Mas Dika .. terima kasih mas Dika . Puas sekali saya. Indah sekali.. sungguh.. enak sekali,” kata Juli lirih.


“Mas Dika .. kapan-kapan kita mengulangi lagi ya mas Dik . Jangan khawatir, kita tanpa Ikatan. Juli  akan selalu merahasiakan hal ini kepada siapapun, Ika puas sekali bercumbu dengan mas Dika,” begitu kata Juli . Aku pun mengangguk tanda setuju. Siapa sih yang tidak mau diberi kenikmatan secara gratis dan tanpa ikatan? Akhirnya dia keluar dari kamar dan kembali masuk ke rumahnya lewat pintu samping. Lima menit kemudian aku baru pulang ke tempat kost-ku.




0 komentar:

Posting Komentar