Agencabul situs Video Bokep dan Foto dewasa terbaru di tahun 2017 Kencan Pertama Yang Sangat Berkesan ~ Kumpulan video dan Cerita Dewasa

Selasa, 27 Juni 2017

Kencan Pertama Yang Sangat Berkesan



Selamat datang kembali di Agen cabul.com. Banyak cerita sex yang menarik disini tentunya Dan juga menarik untuk disimak tentunya. Dan dapatkan selalu verita menarik dan terbaru.

Agencabul.com, Kisah ini berawal 6 Tahun yang lalu. saat itu aku masih duduk di bangku kuliah, dan aku sedang berpacaran dengan seorang gadis yang bernama Melinda....... Dan baru 1 bulan yang lalu aku menyatakan perasaan aku yang sebenarnya kepada Melinda. Dan pada saat sedang asik duduk dikantin kampus aku mengatakan sesuatu yang menurut aku sudah tepat waktunya.

" Mell.... Aku sayang sama kamu dan aku ingin kamu menjadi pacar aku....... Dan perkataan aku membuat Melinda menjadi malu dan wajahnya bersemu merah sambil tertunduk"
Lalu dengan wajah yang bersemu merah Melinda mengatakan "Aku juga sayang sama kamu namun awalnya aku takut kamu PHPin karena aku paling takut sama yang namanya kecewa.

Sore harinya saat dikantin kampus saat itu terasa begitu indah hingga malu sendiri rasanya. Melinda adalah seorang gadis yang ceria dan juga tubuhnya sudah tidak perlu disangsikan lagi. Postur tubuh yang diidam idamkan setiap pria . Badannya munggil dan tidak terlalu tinggi kira kira 160cm rambutnya pirang keemasan dan lurus sampai pundaknya, kulitnya putih mulus dan ukuran Branya 37B. Dan malam minggu untuk kenan pertama pun tiba dan aku datang untuk ngapel.
Dan pada saat itu aku melihat keanggunan dari Melisa diwajah dan juga tubuhnya yang indah.
Matanya yang indah dan juga selalu mencerminkan keceriaan.

Dan pada malam itu dia menggunakan celana jeans pendek dan juga juga menggunakan pakaian yang seksi dan hanya seutas tali yang gantung dibahunya. Dan betapa eloknya bahunya yang berwarna putih tersebut terpampang diwajah aku.
Dan malam itu kami duduk disamping rumah dan saat aku bertanya dimana mamanya dimana kedua orang tuanya dia berkata kedua orang tuanya baru saja keluar untuk pergi kondangan.
Wahhhh bebas donk nie kan gak ada mama dan papa dirumah.

Tak lama kemudian aku merebahkan tubuhnya dipangkuanku dan aku mulai mencium bibirnya yang merah merekah. Terasa sangat manis bibirnya yang basah tersebut dan setelah kira kira sudah puas aku mulai memberanikan diri untuk pegang dadanya.  Awalnya saat aku meraba dadanya dia menepis tangan aku namun aku tidak menyerah dan aku mulai untuk mencoba kembali dan akhirnya dia menyerah dan membiarkan tangan aku unuk meraba dadanya dan tangan aku terhalang oleh branya.
Dengan tanpa menyerah aku mencoba untuk mencari dimana letak puting susunya tak lama kemudian aku menemukannya dan kuraba raba dengan jariku.... Nafas kami pun memburu dan ciuman panjang kami terlepas dan dia menatap wajah aku karena aku sedang sibuk dengan jari yang masih terus mencoba mencari pentilnya.

Susah ya sayang ya??? Sebentar ya aku masuk dulu kedalam sebentar. kamu tunggu ya sambil berbisik dan menatap padaku dan tentunya sambil tersenyum. Sambil dia berlalu aku pun langsung meluruskan senjataku yang sudah berdiri dan tegang. Dan tak lama berselang dia datang dan duduk dipangkuanku dan dia melingkarkan tangannya keleher aku.

Ternyata tangan kamu nakal ya sayang.....
Tapi kamu suka kan sayang........ Sambil menunduk. Tapi kamu suka kan sayang...Dan kembali menunduk untuk menciumnya...
Kami kembali saling berpangutan dan lama kami dalam posisi berciuman Namun posisi tangan aku tetap pada sasaran sebelumnya yaitu pada kedua payudaranya.
Ketika sudah terpegang payudaranya darahku berdesir dan semakin terasa dan kencangnya payudaranya dan halus. Pada saat aku menyentuh putingnya ada nafas tertahan dari Melinda Dan saat itu nafasnya semakin terengah.

Dia menggodaku dengan giyangan pantatnya dan melepaskan ciuman panjang kita untuk menggodaku kembali dengan pinggulnya. Ternyata kamu juga nakal ya sayang, ujarku.
Kan mulainya dari kamu.  Adihh punya kamu keras nie sayang........? Jadi kasian dech lihat kamu.... Mau aku bantu keluarin gak sayang....
Dan dengan merasa agak malu pun aku  mengiyakan dengan mengganggukkan kepalaku.

Kemudian dia beranjak dari pangkuanku dan beringsut untuk membuka celana jeansku dengan sabar dan mulai bersujud di bawahku. Sesaat sebelum dia memasukkan penisku ke mulutnya dia menatap mataku dan penisku.

Ternyata punya kamu gede ya sayang....... Pada saat itu aku merasa malu kerena kami baru saja pacaran selama 3 hari dan sudah berhadapan dengan wajahnya yang cantik. Dan dengan erplahan dia menurunkan wajahnya dan mulai mengecup dan setelah dikecup betapa indahnya dunia ini.
Aku bantu untuk keluarin ya sayang tapi kamu bantu lihat bi Iyem juga ya dari dalam soalnya kalo diadukan sama papa bisa mati nanti aku. Iya ujarku dengan singkat. Dan jangan lupa bilang ya kalo sudahmau keluar.

Dan dia mulai menggulum kembali dan dia menatapku dengan tatapan manja dan senyum yang sangat menggoda. Dan dia kembali menggulum dan tangannya sambil mengocok juga penisku. Dan tak selang beberapa lama aku merasa ada yang ingin keluar dari penisku. Lalu semakin keluar rasa ituu dannnn "Sayangggg aku sudah mau keluar ini......!!!!! Dengan berbisik karena takut bik iyem keluar nanti.

Lalu dia pun melepaskan kulumannya kemudian dia semakin mempercepat gerakannya dengan cara mengocok pada batang penisku dan tatapannya tidak lepas dari raut wajahku. Sambil lidahnya tersu menjilat ujung penisku..... Dan akhirnya Ahhhhhhh.....Sayanggggggggggg enak banget.....!!!!!!
Sebentar ya sayangg aku ambil tisuu dulu dikamar. Dan aku mengganguk perlahan dengan mata terpejam dan melihat dia berlalu pergi dengan senyum yang tersungging dibibirnya.

Dan 10 menit kemudian dia kembali dengan membawa tisu dan dengan perlahan dia membersihkan sisa kenikmatan yang diberikan barusan. Dan sambil dia membersihkan terlihat 2 bukit kembar dari balik baju yang dia pakai. Dua bukit kembar yang sangat mulus berwarna putih dan tanpa celah serta disertai puting yang berwarna coklat bersih. Kemudian aku menarik tali pada pundaknya hingga turun kelengannya dan dia menggangkat dagunya sambeil tersenyum padaku.

Kenapa sayanggg....
Kepingin ya...
Ntar ya kalo sduah waktunya aku pasti kamu dech...
Minggu depan aku sama teman teman mau ke Bandung  nie
Kamu ikut  ya....

Aku hanya bisa mengiyakan....
Trus nginap dihotlenya bareng bareng ya ntar aku memancing...
" Iya sayanggg tapi nanti teman aku pesan 2 kamar koq disana.
Asikk donk kita. ujarku dan dia menjawab pasti donk...

Dan setelah selesai dia menaikkan kembali seleting celanaku dan bibir kami bertemu kembali... Dan aku kembali kembali menggulum lidahnya.....
Dan kali ini aku bertanya aku puasin kamu ya sayang... Tanyaku dengan penuh harappp...
Jangan Sayang nanti saja ya diBandung.

Tiba tiba terdengar suara klekson mobil orangtuanya.
Waduh papa sduah pulang thu kamu sekalian pamit ya soalnya udah malam juga...
Dan sambil menunggu orang tuanya turun dari mobil aku agak sedikit kikuk dan mengingat kembali apa yang kami lakukan barusan.
Dan semoga tidak kelihatan aneh..

Ma.. Paa... Nie Arka mau pamitan nie
Iya Om Tante mau pamit ini....
Iya Nak Arya sudah malam juga ... Terima kasih sudah nemenin Melinda hari ini...
Iya Om sama sama om..
Hati hatii ya dijalan ya nak Arka.....

Dan Melinda pun mengantarkanku sampai kemobilku yang ku parkir didepan rumahnya. Lalu kami kembali berciuman sebelum aku pulang disamping mobilku parkir. Dan aku tidak menyiakan kesempatan tersebut.  Dan aku teringat dengan kondisinya dan tidak boleh kita sia siakan .. Kemudian aku raba dengan lembut punggungnya  dan sedikit demi sedikit tangan aku bergerak kebawah sambil bibirku sibuk menggulum bibirnya yang menurut aku menggairahkan tersebut.

Dan tiba tangan aku sampai belahan pantatnya dan jari jariku mulai menggangkat roknya keatas hingga tanganku bisa berada dibalik roknya. Dan dengan cepat tangan aku menerobos celana dalamnya yang langsung mengarah kebagian yang sensitif didekat bibir vaginanya.
" Argghhh Arka jangan nakal donk tangan kamu. Namun aku tidak memperdulikan dan tetap mengelus ngelus daging kecil yang mulai mengeras diujung atas bibir vaginanya yang sudha basah oleh cairan lendir karena begitu banyak rangsangan yang dirasakan Melinda malam ini.

"Arrrghhhhhhh ....sayang aku sudah gak tahan inii....Kita masuk kedalam saja ya... ajaknya dan aku langsung membuka pintu belakang dan langsung mendudukannya disana setelah itu aku baru menyusul  dan masih dengan nafsu yang terengah. Aku menarik celana dalamnya yang sudah basah kebawah hingga lepas... Dan aku melepaskan celana jeans yang aku pakai.

"Arkaaa jangan lakukan itu disini, aku masih perawan dan aku mau melepas keperawananku ditempat yang romantis. Dan kulihat pemandangan yang sudah sangat indah dengan vagina yang sudah basah dan berwarna merah muda serta dihiasi hutan savana yang belum terlalu lebat. Dan aku mendekatkan wajahku kelubang yang menurut aku surga tersebut.... Dan kuhirup aroma tersebut yang menggoda birahiku dan membuat sejataku kembali berdiri. Kemudian aku menyapunya dengan lembut dan halus dari bawah hingga mencapai kelentitnya....

Dan aku memainkan lidahku disekitar daging kecil yang ada divaginanya.
Sayang jangan dalam dalam ya terasa ngiluuu sayang....
Dan kembali aku memberikan jilatan lembut ...... dan hal itu membuat dia menggelinjang menahan rasa nikmat dari klitoris yang tak pernah lepas dari kuluman bibirku. \
Dan apa yang kutunggu hampir tiba raut wajah Melinda menahan sesuatu dengan mata yang terpejam dan dia juga membuka sedikit bibirnya sambil kedua tangannya menekan rambutku.....
Seakan dia ingin mulutku lebih dalam lagi jauh lebih dalam dan lebih rapat dengan vaginanya.
Dan akhirnyaaaa.......

"Ouhhhh sayangggggggg...Achhhhhhhhhh..........!!!!
"Aku sudah gak tahan lagi.......
Eghhhhhhhhhhhh......

Kemudian aku menjilat cairan kenikmatan dengan penuh hasratt..... Hingga dia mengangkat wajahku dengan penuh dan berkata....
"Kamu....nakal banget" Masih dengan terengah engah dia mencium bibirku dan kami terlena dalam pelukan sayang.....
Dan setelah kejadian itu seminggu kemudian kami pun berangkat ke Bandung dan kami melakukan yang lebih dahsyat lagi dari yang kami lakukan.




0 komentar:

Posting Komentar