Agencabul situs Video Bokep dan Foto dewasa terbaru di tahun 2017 Tanteku Sange ~ Kumpulan video dan Cerita Dewasa

Jumat, 17 Juni 2016

Tanteku Sange

Agencabul | Aku sedang menempuh pendidikan program Master di New South Wales university di kota Sydney Australia. Tahun ini adalah tahun kedua aku berada di Sydney.
Tadi Malam aku mendapat kabar kalau Tante Winda ditugaskan dari kantor ke Sydney dalam rangka seminar dan training selama sekitar 2 minggu. Pagi ini hari minggu setelah selesai sarapan aku berangkat ke kingsford airport untuk menjemput Tante Winda dan rombongan rekan rekan dinas PU dari pulau jawa dan bali berjumlah 10 orang, 3 wanita termasuk Tante Winda dan 7 pria.
Tante Winda adalah istri dari Omku, adik dari ayahku. Pada saat aku sekolah SMP dahulu aku pernah tinggal di rumah mereka.
Cerita Ngentot | Waktu menunjukan sekitar pukul 9:37 pagi kulihat Tante Winda muncul dari dalam ruang kedatangan beserta rekan rekannya. Kulihat Tante Winda mengenakan Jas single breast hitam, dalamnya kaos wanita berwarna itam beraksen dan mengenakan celana panjang jeans dan sendal sepatu itam. Terlihat cukup menarik dan bohai untuk ukuran wanita usia 40 tahun. Rambutnya tergerai cukup panjang sedada lurus tapi agak bergelombang.
Kulambaikan tangan kearah Tante Winda dan diapun membalas, tanda kalau dia melihatku telah hadir disitu. Sejenak kemudian kamipun bersalaman, dan saling cium pipi kiri dan kanan. Lalu Tante Winda memperkenalkan aku kepada rekan rekannya.
Salah seorang rekan wanita Tante Winda berkata,
“Wah ternyata ponakan ibu ganteng juga ya “ diiringi senyuman rekan rekan yg lain.
Untuk ukuran orang Indonesia tubuhku cukup tinggi. Dengan tinggi 178 cm dan berat 67 kg kulit putih bersih memang sosokku cukup menarik dimata para wanita.
Kemudian kamipun keluar ruang bandara untuk naik taksi ke hotel tempat mereka akan menginap yaitu di hotel Hilton seberang dari centre point Sydney.
Setelah sampai ke hotel dua diantara mereka menuju recepsionist untuk membuka kamar sementara yg lain menunggu di lobby sambil saling bercengkrama. Tdk lama kemudian dua rekan pria yg tadi ke recepsionist menghampiri kami dan membagikan satu persatu kunci kamar ke masing masing.
Kemudian kami langsung menuju ke lift untuk langsung menuju ke kamar masing masing untuk beristirahat sejenak dan menyegarkan diri mungkin mandi dan gosok gigi. Tante Winda mendapat kamar nomer 713 yg berada di lantai tujuh bersebelahan dengan satu rekan wanitanya sedangkan yg lain berada dilantai yg berlainan. Setelah sampai didalam kamar hotel aku meletakkan koper dan tas Tante Winda diatas lemari hias dan kututup sedikit pintu kamar hotel tesebut tapi tdk tertutup rapat.
Kami berbincang- bincang sejenak menanyakan kabar masing masing kemudian Tante Winda melepaskan jas yg di kenakannya dan meletakkannya di atas sofa single yg terdapat di kamar tersebut. Kaos yg dikenakan Tante Winda itu ternyata berlengan pendek wanra itam dan agak streach Sehingga lekuk tubuh termasuk dadanya cukup terlihat dengan jelas. Hmmmm cukup menarik pemandangan yg ada di hadapananku saat ini.
Kemudian Tante Winda pamit untuk mandi karena dari tadi malam belum mandi, dan dia mengambil sesuatu dari dalam koper dan berlalu ke kamar mandi. 30 menit kemudian Tante Winda keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jeans yg
sama dan koas lengan pendek berwarna putih dengan model yg sama dengan yg sebelumnya sehingga lekukan dadanya terlihat cukup jelas. Rambutnya telah tersisir rapi dan telah mengenakan make up yg sesuai tdk berlebihan.
Kemudian Tante Winda mengenakan kembali jasnya dan sepatu sendal itamnya dan mengajakku turun kelobby untuk kembali berkumpul dengan rekan2 Tante Winda untuk berjalan jalan sekitar CBD dan makan siang karena memang sudah waktunya untuk makan siang.
Hari itu kami ke china town untuk makan siang kemudian jalan jalan di sekitar CBD. Beberapa dari mereka ada yg membeli barang dan souvenir. Setelah puas berjalan jalan dan makan malam akhirnya kami kembali ke hotel sekitar
pukul 9 malam. Sebagian ada yg langsung pamit ke kamar karena mungkin letih setelah semaleman di pesawat dan seharian jalan jalan. Sebahagian lagi duduk duduk di lobi dan membicarakan rencana untuk mulai seminar esok hari.
Tak lama kemudian kami saling berpamitan untuk kembali ke kamar masing masing. Aku dan Tante Winda menuju kamar sambil membawa barang belanjaan Tante Winda. Setelah sampai ke kamar aku langusung pamit ke Tante Winda karena besok aku ada kuliah di pagi hari. Kamipun bersalaman dan cium pipi dan Tante Winda mengucapkan terima kasih kepadaku karena telah menemaninya dan rekan rekan berjalan jalan dan menunjuk tempat tempat di sekitar CBD. Kemudian akupun pamit.
Seminar dan training Dinas PU berjana selama 5 hari mulai hari senin hingga Jumat. Pada hari Sabtunya aku baru kembali bertemu Tante Winda di hotel karena mereka memintaku untuk membawa mereka berjalan jalan ke Blue
Mountain, yg merupakan salah satu objek wisata di kota Sydney yg terkenal. Seharian kami berjalan jalan di Blue Mountain dan sampai kembali ke hotel malam hari sekitar pukul 9 malam. Karena letih semua langsung berpamitan untuk kembali ke kamar masing masing. Semua pada mengucapkan terima kasih kepadaku karena telah mengantar jalan jalan ke Blue Mountain dan terlihat semuanya merasa puas. Dan akupun langsung kembali ke apartmentku karena merasa cukup letih.
Esok Harinya aku kembali ke hotel Hilton dan tiba di sana sekitar jam 8 pagi. Beberapa ibu dan bapak rekan Tante Winda telah berada di lobby dan saling bercengkrama. Delapan dari sepuluh diantara mereka akan berangkat ke Melbourne
untuk jalan jalan dan akan balik ke Indonesia langsung dari Melbourne tanpa kembali ke Sydney. Sedangkan Tante Winda dan Seorang ibu akan tetap di Sydney karena Tante Winda ada aku dan ibu yg satu lagi juga telah di jemput keluarganya yg juga tinggal di Sydney.
Setelah selesai mengurus segala sesuatunya akhirnya rombongan yg akan berangkat ke Melbourne berpamitan untuk ke airport. Aku, Tante Winda, ibu yg seorang lain beserta sodaranya mengantar rekan2 mereka ke depan hotel untuk naik taksi. Setelah rombongan berangkat lalu rekan Tante Winda dan sodaranya berpamitan kepada kami untuk langsung ke tempat sodaranya itu dan akan balik ke Indonesia sendiri pada hari rabu kemudian karena ada keperluan.
Sedangkan Tante Winda Masih akan tinggal di Sydney hingga Jumat. Setelah mereka pamit tinggallah aku dan Tante Winda saja di hotel itu sementara yg lainnya telah pergi. Akhirnya kami ke kamar Tante Winda. Tante Winda Mengganti baju dan berdandan kemudian kami keluar untuk berjalanjalan hari itu. Kami pergi belanja ke paddy’s market untuk membeli sejumlah souvenir untuk oleh oleh, kemudian ke Bondi Beach. Disana kami duduk duduk dan melihat lihat pantai sambil foto foto selfie berdua.
Sore harinya kami kembali ke china town untuk makan malam, kemudian kembali ke hotel. Jam telah menunjukan pukul 9 :07 malam pada saat aku pamitan ke Tante Winda untuk pulang kembali ke apartment ku.
Setelah sampai di apartmentku, aku langsung kekamar mandi untuk buang air besar dan mandi serta keramas. Saat ini aku hanya sendiri di apartment karena flatmate ku tengah berada di Amerika serikat selama dua minggu kedepan dalam rangka tugas dari kantor.
Setelah selesai mandi aku duduk di sofa dan nonton tivi sambil minum mountain dew kaleng. Sekilas mataku melihat kerlip lampu dari answering machine teleponku yg berkedip kedip menandakan ada pesan yg masuk. Dengan sekidit bermalasan kutekan tombol replay dan ternyata ada 3 messages yg masuk. Yg pertama dari flatemateku yg menanyakan kabarku dan mengatakan akan kembali sekitar 2 minggu lagi. Pesan yg kedua ternyata dari Tante Winda yg menanyakan apakah aku telah sampai ke rumah dengan selamat dan berterima kasih karena telah menemaninya seharian ini.
Pesan yg ketiga ternyata kembali dari Tante Winda yg berjarak 12 menit dari pesan yg sebelumnya. Di pesan itu Tante Winda kembali mengucapkan terima kasih karena telah membawa nya jalan jalan seharian ini.
Tante Winda mengatakan,
“ Iya tante mau ngucapin makasih karna Erik udah membawa tante jalan jalan seharian ini. Dan tante tadi dia ingin agar Erik tdk usah pulang tapi menemani tante aja di hotel ini, kan rekan rekan tante yg lain udah pada ke Melbourne dan di jemput keluarganya. Jadi tante tinggal sendiri aja di kamar hotel ini.”
Kemudian Tante Winda kembali mengatakan,
“ Coba tadi Erik ga langsung balik ke rumah kan bisa nemenin tante di sini sekarang… Iya hmmm kan Erik udah nemanin tante seharian ini bahkan dari mulai tante nyampe ke Sydney ini”….
“Hmmmm kan Erik udah nemanin tante selama di sini… hmmm sekarang giliran tante lah yg nemenin Erik… hehehe”
“Iya sebagai tanda terima kasih tante untuk Erik yg udah nemanin tante selama ini sebagai gantinya ya giliran tante yg nemanin Erik…. Hehehe terserah Erik sih mau di temanin ngapain atau kemana….”
“Hmmmm… HHmmm…. Kalau ..hmmmm… kalau Erik mau untuk di temenin bobo juga tante mau kok … hehe…”
“tau kan yg tante maksud?”
“ iya kan Erik udah dewasa udah boleh begini begitu…. Dan sebagai tanda terima kasih tante … Erik boleh kok kalau mau untuk ditemenin tidur…. Hehehe…”
“ Tapi jangan bilang siapa siapa ya … cukup kita berdua aja yg tau….. “
“ iya kalau Erik mau Erik boleh tiduri tante sesuka hati Erik sepuas puasnya…”
“hmmmm…. Hmmmm… hehehe… iya gitu” hmmm udah dulu ya Rik ampe ketemu besok”
Mendengar perkataan Tante Winda barusan membuat penisku langsung bereaksi dan berdiri tegak ngaceng banget… wah terbayg kenikmatan yg akan kudapatkan dari Tante Winda …. Hmmm penisku bergerak gerak dengan liarnya kesana kemari seolah olah berkata … ayo donk Rik… kita tiduri Tante Winda …. Kita nikmati tubuhnya….hmmm ga kebayg deh nikmatnya kalau aku bisa menikmati tubuh Tante Winda yg montok menggiurkan itu… ngebayginnya aja udah membuat penisku ngaceng banget….
Pasti nikmat banet kalo beneran bisa menikmatinya dalam kehidupan nyata…. Uooohhhhh… sedaaapnya….
Pada saat itu waktu sudah menunjukan pukul 10:35 malam… kuangkat telpon lalu kutekan tombol nomer hotel tempat Tante Winda nginap…. Suara dari seberang telpon berkata,
” Good evening this is Hilton hotel, how may I help you?”… lalu kubales
“ yep, could you buzz room number 713 for me please?” Dan dijawab
” sure.. could you hold the line for a moment please sir, let me buzz the room for you?” Lalu kubales
“ thank you”
Lalu terdengar nada panggil “ beep… beep” beberapa kali….. sesaat kemudian terdengar suara dari ujung telpon,
“ hallo?” Lalu ku jawab
” hallo… Tante Winda?.. ini Erik tan?.. dah tidur?”
Lalu Tante Winda menjawab,
“ Ooh iya tante kirain siapa?…. nggak belum tidur kok masih golek golek aja..hehehe….”
“Dah nyampe ke rumah Rik?” Tanya Tante Winda
“ udah tan” jawabku..
beberapa detik hening tanpa kami saling berbicara… lalu kemudian terdengar suara Tante Winda berkata,
“ Iya tadi tante nelpon Erik, tapi kayaknya belum nyampe rumah ya …jadi masuk ke answering machine”….
“ Hehehe… dah denger pesan tante ya tadi di answering machinenya?”
“hmm udah..” jawabku singkat… kemudian Tante Winda melanjutkan,
“ hehehe… iya .. hmm tadi tante nelpon mau ngucapin makasih ke Erik karena udah menenin tante selama di Sydney ini.. dan tadi juga seharian ini dah nemenin tante jalan jalan… hehehe”
“Iya ..makasih ya Rik”.. lalu kubales,
“ sama sama tan”… lalu Tante Winda kembali berkata,
“iya… hmmm… kan Erik udah nemenin tante kemana mana tadi seharian,… sebagai tanda terima kasihnya Erik mau apa dari tante?..hehehe” ujar tante Winda dengan nada sedikit nakal dan menggoda.
Lalu aku hanya membalas dengan ,
“ hehehe…. Bolehnya apa tan?” Lalu Tante Winda kembali menjawab,
“ hmmm yah terserah Erik maunya apa dari tante… kan Erik udah nemenin tante seharian sekarang giliran Erik lah yg tante temenin… atau Erik maunya apa dari tante”.. bilang aja Rik..gak usah sungkan sungkan” lalu ku jawab,
” hmm apa ya ?.. bolehnya apa tan? ..hehehe” Tante Winda membales,
“ ya terserah Erik maunya apa dari tante?.. hmmmm kan Erik udah nemenin tante seharian ini sekarang terserah Erik mau apa dari tante?…”
“ hmmm kalau Erik mau tante temenin boleh atau Erik pengen apa dari tante bilang aja …. Kan Erik juga udah dewasa..udah boleh ini dan itu.. hehehe”
“hmmm kalau Erik mau tante temenin bobo juga boleh kok Rik..hehehe” ujar Tante Winda dengan nada menggoda.
“ tapi jangan bilang siapa siapa ya .. cukup kita berdua aja yg tau” lalu kujawab,”.. hmmm nemenin bobo?… nemenin bobo yg gimana tan?” ujar ku belagak bego…
Lalu Tante Winda kembali membales,
“…hehehe… ya terserah Erik maunya ditemenin yg gimana?… “
“maksudnya?” balesku singkat Lalu Tante Winda berkata,
“ hmmm yah kan Erik udah nemenin tante selama di Sydney ini… jadi sebagai tanda terima kasihnya dari tante… Erik boleh kok kalau Erik mau tante temenin bobo… hmm maksud tante kalau Erik mau Erik boleh niduri tante..hehehe”
Mendengar hal itu semakin membuat penisku berdiri tegak dan berjingkrak jingkrak kegirangan… lalu ku jawab,
“ niduri gimana tan maksudnya” kataku kembali dengan belagak bego Kemudian Tante Winda kembali berkata,
“ hmm yaahh… kalau Erik mau.. ini kalau Erik mau ya … kalau Erik mau Erik boleh niduri tante… maksud tante, Erik boleh melakukan apa aja yg Erik inginkan terhadap tante… hmmmm Erik boleh nenikmati tubuh tante … hmmm…. “ ujar Tante Winda dengan nada sedikit mendesah.
“ Tapi jangan bilang kesiapa siapa ya .. cukup kita berdua aja yg tau hal ini.. gimana?… Tanya Tante Winda
Aku hanya menggumam
“ hmmmm… “
Kemudian Tante Winda melanjutkan omongannya,
“ hmmm kalau Erik mau Erik bebas melakukan apa aja yg Erik mau ke tante… terserah Erik… pokoknya Erik Erik bebas sebebas bebasnya untuk melakukan semua yg Erik inginkan terhadap tante…. “
“ Erik bebas untuk meniduri tante sesuka suka Erik… hmmm.. hmmm … Erik bebas untuk hmmm… mengentotin tante…. Pokoknya selama tante disydney ini Erik bebas sebebas bebasnya untuk menikmati tubuh tante.. sesuka hati Erik…. “ ujar Tante Winda dengan suara sedikit berbisik.
“pokoknya Erik bebas ngentotin tante sepuas puasnya… kapan pun Erik mau selama tante berada di Sydney ini… hehehe… hmmm gimana?” Tanya Tante Winda
“ beneran nich tan?” tanyaku
Lalu Tante Winda menjawab,
“Iya.. bener… kalau Erik bebas untuk ngentot dengan tante sepuas puasnya… kapan pun Erik mau selama tante di Sydney ini…. Tapi jangan bilang siapa siapa ya .. cukup jadi rahasia kita berdua aja” Lalu kujawab,
” hmm kalau beneran boleh sih Erik yaa mau banget… hehehe..” ujar ku dengan nada suara yg sedikit bernafsu. Tante Winda membales,
” beneran mau Rik?… ihh nakal ya kamu Erik… masak tantenya sendiri mau di entotin….hehehe” celoteh Tante Winda dengan nada manja menggoda…
Lalu kujawab,
” Yah kalau ada kesempatan untuk dapat melihat dan menikmati tubuh tante masak aku gak mau?… rugi donk akunya… hehehe…. “
“beneran Erik mau?” Tanya Tante Winda Ku jawab,
“ yah beneran lah… apalagi dahulu, sewaktu aku tinggal di rumah tante, suatu hari pada saat aku mau pamit untuk pulang ke rumah untuk liburan sekolah aku pernah melihat Tante Winda hampir dalam keadaan tanpa busana hanya sehelai celana dalam yg menutupi tubuh tante… sejak saat itu aku kadang suka menghayal dan membaygkan dapat melihat seluruh tubuh tante dari ujung rambut hingga ujung kaki tante tanpa ada sehelai benangpun yg menutupinya…. “
“gak kebayg deh nikmatnya kalau aku bisa beneran melepaskan seluruh pakaian yg menutupi tubuh tante satu persatu hingga tante dalam keadaaan telanjang bulat dihadapanku tanpa ada sehelai benangpun yg menutupinya…. “
“ wuih.. gak kebayg deh nikmatnya kalau aku bisa merasakan dan menikmati tubuh tante… hmmm … pasti sedap banget rasanya kalau aku bisa menyelipkan penisku kedalam vagina tante… hmm “
“ pasti saat itu aku merasa salah satu pria yg paling beruntung di dunia ini karena aku bisa merasakan kenikmatan dari tubuh tante… pasti lezat banget rasanya kalau aku bisa ngentot dengan tante” ujar ku sambil membaygkan semua hal tersebut dalam angan anganku.
Lalu Tante Winda menjawab,
“boleh kok say.. boleh banget .. kalau kamu memang beneran mau ya udah.. pokoknya mulai sekarang ..selama tante berada di Sydney ini kamu bebas untuk menikmati tubuh tante sesukamu.. Erik bebas untuk ngentotin tante sepuas puasnya .. hmmm” ucap tante Winda dengan nada yg sangat menggoda.
“ ya udah kalu gitu besok setelah pulang kuliah kamu kesini ya … jemput tante… kita makan dulu…… oh iya besok kuliahnya sampai jam berapa?
“jam 2 sampai jam 5 sore” jawabku
Lalu Tante Winda kembali berkata,
“Oh ya udah kalau gitu besok sepulang kuliah Erik jemput tante ya, trus kita makan malam dulu ke china town lalu setelah itu terserah Erik mau bawa tante kemana… ke apartment Erik atau kembali ke kamar hotel tempat tante nginap juga boleh.. terserah Erik aja”
“ oh iya flatemate Erik masih di luar negri kan? Kapan pulangnya?” Tanya Tante Winda
“ 2 minggu lagi” jawabku
“ooo ya udah .. kalau gitu terserah Erik besok setelah makan malam di Chinatown mau bawa tante kemana… ketempat Erik boleh atau kembali ke hotel temat tante nginap juga boleh… tapi kalau ke hotel lagi.. Erik jangan lupa bawa pakaian ganti ya .. jadi Erik nginap di sini malemnya temanin dan temanin tante dalam tanda kutip..hehehe… “ ucap Tante Winda sambil tertawa kecil tapi dengan nada yg sangat nakal.
“maksud tante .. temanin dan kalau Erik mau entotin tante … hehehe… gak usah balik ke rumah… jadi Erik bebas untuk ngentotin Tante Winda semaleman ..sampai Erik puas de pokoknya… hehehe..gimana?” Tanya Tante Winda
Lalu kujawab,
” hmmm ..hmmm kayaknya kelamaan deh tan kalau nunggu sampe besok malem… batang kemaluan Erik udah berdiri tegak nih dari tadi pengen segera dapat bertamu kedalam liang kenikmatan tante.. hehehe” ujarku dengan semangat menggebu gebu.
“ngebayginnya aja udah membuat penis Erik berdiri tegak… gak kebayg deh nikmatnya kalau beneran bisa memasukkan penis Erik kedalam vagina tante… UUIHHHH pasti sedap dan lezat banget ya rasanya.hehehe” Tante Winda menjawab,
“hehehe.. nakal ya kamu Erik… masak tantenya sendiri mau di entotinnya? ..hehehe” “Tubuh tante udah tua Rik udah mulai kendor dan berlemak disana sini… tapi kalua Erik mau ya udah …terserah Erik.. pokoknya Erik bebas untuk ngentotin tante …. Erik boleh melampiaskan segala keinginan dan hasrat birahi Erik ke tante“ ujar Tante Winda sedikit menggoda.. soalnya menurutku tubuhnya masih sangat montok menggiurkan. “ pokoknya seluruh tubuh tante buat Erik… tante akan menuruti segala kemauan Erik…. Terserah Erik mau melakukan apa aja ke tante…. Tapi Sabar ya say.. besok kita ketemu… pokoknya Erik bebas ngentotin tante sepuas puasnya waktu kita ketemu besok”
“hmmm dah gak sabar nih tan… Erik dah kepengen banget untuk ngentotin tante…” Tante Winda menjawab,
” hehehe.. iya sayang.. trus gimana donk? Kan sekarang udah hampir tengah malam?” Lalu kujawab,
” hmmm kalau Tante Winda memang mengizinkan Erik untuk menikmati tubuh tante dan tante mau untuk Erik entotin gimana kalau sekarang aja ?” Tante Winda membales,
” kan udah hampir tengah malem Rik?” Lalu kujawab,
” yah gak papa sih tan Erik bisa kok kesana sekarang .. pakai taksi”
“aman gak kalau malem begitu keluar rumah?” Tanya Tante Winda
“Aman”.. jawabku singkat
“hmmm kalau gitu sih yah terserah Erik aja…. Kalau Erik maunya sekarang yah boleh…. boleh banget malah…jadi tante ada yg nemenin dan ada yg bisa menghangatkan tubuh tante malem ini… hehehe”
“ udara di sini lagi dingin banget ya apalagi waktu malem gini… jadi pengen yg anget anget dan nikmat gitu ..hehehe.. trus gimana?” Tanya tante Winda
“ ya udah Erik kesana sekarang gimana?’ jawabku
Lalu Tante Winda membales,
“yah udah kalau gitu… kalau Erik kesini sekarang nanti ada hadiah dari tante yg menunggu buat Erik… hehehe.. .. ya udah pokoknya tante tunggu ya …”
“ok Erik kesana sekarang..ok udah dulu ya tan .. daaah” jawabku.
“ OK tante tunggu ya say… ada hadiah yg menanti Erik kalau Erik ke sini sekarang… tante tunggu ya ..daah juga”. Lalu Ku tutup telpon.
Kemudian aku langsung ganti baju berdandan dan menyiapkan pakaian extra buat besok kemudian aku langsung memesan taksi melalui telpon. cerita sex
Sekitar 5 menit kemudian terdengar suara telpon yg ternyata dari supir taksinya dan mengatakan kalau dia telah berada di tempatku.. akupun bergegas turun menuju taksi dan berangkat menuju puncak kenikmatan dunia yg bakal aku reguh bersama Tante Winda … dalam perjalanan aku membaygkan betapa beruntungnya aku nanti karena dapat menikmati
tubuh Tante Winda yg telah lama aku idam idamkan…. Hmm aku bakal ngentot dengan Tante Winda.. Wuuiiih sedap!!!!..
Waktu menunjukkan pukul 12:08 malam saat aku sampai dihotel Hilton. Kubayar taksinya kemudian aku masuk kedalam hotel… suasana lobby cukup senyap hanya ada resepsionist dan bellboy di lobby tersebut… sang bellboy membukakan pintu buatku dan menyapa
” Good evening sir” Ku jawab
“ Hi” sambi tersenyum… demikian juga recepsionistnya.
Kemudian aku berjalan menuju lift.. masuk lift dan kutekan tombol angka tujuh yg merupakan lantai tempat kamar Tante Winda menginap.
Kembali tersirat di benakku kenikmatan yg bakal aku peroleh malam ini dari Tante Winda … penisku kembali bergerak dan nganceng abissss… hehehe
Akhirnya aku sampai di depan kamar nomer 713. Kuketuk pintunya… beberapa detik kemudian pintu kamar terbuka dan wajah Tante Winda terlihat sambil tersenyum menggoda…
“ hehehe… dah sampe ya ?“ ujar Tante Winda
“iya” jawabku singkat sambil membales senyumnya.
Tante Winda mempersilahkan aku masuk kemudian kembali menutup dan mengunci pintu kamarnya. Lalu kami berjalan menuju sofa single yg ada di kamar tersebut… dan Tante Winda bertanya
” masih ada taksi jam segini?”
“masih ..tadi mesan melalui telpon” jawabku..
Tante Winda kemudian berkata,
” Ooo.. begitu“ ruangan kamar itu kemudian hening selama beberapa detik.. kami hanya terdiam.. dan akhirnya Tante Winda berkata,
“ hmmm kan Erik udah ada disini sekarang hmm… ya udah sekarang terserah Erik … hehehe… hmmm nih hadiahnya yg tante janjikan ke Erik tadi di telpon” sambil menunjuk kearah baju kimono hijau yg dikenakan Tante Winda
“Hmmm hadiahnya ada didalam kimono ini Rik…. Yah kalau Erik mau lihat dan menikmatinya ya silahkan buka aja sendiri “ ujar Tante Winda yg mengisyaratkan bahwa yg menjadi hadiah buat ku adalah tubuhnya yg masih tertutup oleh kimono yg dia kenakan…
“yah udah Rik.. kan Erik udah disini… sekarang terserah mu lah mau ngapain.. hehehe”
“ hmmm nakal ya kamu Erik ….. tantenya sendiri mau dientotinnya… hehehe..“ ucap Tante Winda kepadaku sambil tersenyum manja dan ngengedipkan matanya…
suasana kamar hotel saat ini sangat mendukung… lampu hanya lampu kecil yg dinyalakan…. Dan didepanku berdiri sesosok wanita yg telah lama ingin ku entotin… dengan tinggi sekitar 157 cm berat sekitar 57 kg rambut panjang sedada bergelombang.
Buah dada yg kemudian aku tau berukuran 36b .. bulu vagina Tante Winda yg tidah terlalu panjang tapi cukup menutupi sebahagian lubang vaginanya… tapi masih dibalut kimono berwarna hijau mengkilat bermotif daun.
Aroma farhum yg dikenakan Tante Winda semakin membuat jantungku deg degan kan penisku bergerak gerak… seolah olah ingin segera masuk dan menikmati lobang surga kenikmatan Tante Winda ….
“Silahkan say.. ini hadiah nya dari tante buat Erik” ujar Tante Winda sambil menarik tali kimononya sehingga tali kimono itu terlepas dan terbukalah baju kimono itu tapi masih berada ditubuhnya…
sekilas dapat kulihat sebahagian dari tubuh Tante Winda dan payudaranya tertutup oleh bra lingerie warna hitam demikian juga vaginanya masih tertup oleh underwear hitam… dan ternyata Tante Winda mengenakan suspender dan stocking berwarna itam.. mirip dengan busana yg dikenakan wanita wanita di film film porno Hollywood…. wuih sungguh pemandangan yg Syuurr dan membikin jantung deg deg serrr… dan penis berjikrak jingrak… hehehe..
Tanpa pikir panjang lagi.. aku berjalan selangkah mendekati Tante Winda dan kutarik tubuh Tante Winda kearah ku… lalu kucium bibirnya.. hmmmmuuuuuahhh…. SEDAPPP….. tanganku ku lingkarkan di pinggang Tante Winda sementara tangan Tante Winda diletakkannya melingkari leherku kanan dan kiri… kami saling berpelukan dan berciuman… ohh nikmat sekali…. Akhirnya angan anganku selama ini menjadi kenyataan… aku beneran dapat menikmati tubuh Tante Winda…
Kuciumi bibir Tante Winda dengan perlahan ..semakin lama semakin cepat dan semakin bernafsu… Tante Winda pun membalasnya dengan penuh gairah . kuciumi bibir dan pipi Tante Winda bergantian… kemudian kuarahkan
ciumanku ke pangkal leher dan pundaknya… sementara tangan kiriku merangkul pantat Tante Winda dari belakang dan tangan kiriku membelai belai… meremas remas toket Tante Winda yg masih tertutupi oleh bra nya…
Sesekali kulaygkan ciumanku ke toket Tante Winda yg montok menggiurkan itu… Tante Winda mendesah desah mendapatkan perlakuan seperti itu dariku. Kemudian Tante Winda berkata,
“ Ayo donk silahkan di buka bungkus kadonya say… katanya kamu mau liat tubuh tante dalam keadaan telanjang bulat tanpa ada sehelai benangpun yg menutupinya?.. ya udah silahkan aja sesukamu”.. ujar Tante Winda memintaku dengan suara yg nakal dan mendesah
“Oohh… hmmm” desah Tante Winda lagi karena aku menggigit kecil pentil toketnya dari luar branya…
lalu aku berkata” bungkus kadonya Erik buka ya tan?”
Tante Winda membales dengan anggukan dan desahan…. Oohhh melihat dan mendengar desahan dari mulut Tante Winda membuatku semakin dipacu birahi…
Sementara penisku tdk berhenti berjingrak jingrak … mungkin karena membaygkan kenikmatan yg bakal dirasakannya sebentar lagi.. saat dia masuk menelusuri liang kenikmatan dari lobang vagina Tante Winda …
kulepaskan kimono yg melekat di tubuh Tante Winda ..sehingga lepas dan jatuh kelantai…. Dan terpampanglah dengan semakin jelas tubuh montok Tante Winda yg sakarang hanya di tutupin oleh bra, cd dan stocking itamnya… pemandangan ini benar benar mirip adegan adegan yg ada di film film sex Hollywood hanya saja hal ini nyata dan tengah aku alami sendiri.
Penampilan Tante Winda yg hanya mengenakan bra cd dan stoking berwarna itam sangat membangkitkan nafsu birahiku… tubuhnya cukup padat montok dan sangat menggiurkan… ditambah lagi dengan desahan desahan yg keluar dari mulut Tante Winda yg mendapatan ciuman belaian remasan rangsangan dariku…
Lalu kubuka kancing pengait dari bra itam Tante Winda dan sejurus kemudian bra tersebut lepas dan meluncur ke lantai meninggalkan payudara Tante Winda yg Akhirnya bisa dengan jelas kulihat ..wahhh benar benar montok menggiurkan.. tanpa pikir panjang lagi langsung kuserang gunung kembar yg menggiurkan yg berada di hadapanku itu … kuremas remas… kuciumi.. kuremas remas…..
kugigit gigit kujilatin secara bergantian toket kiri dan kanan… mendapatkan perlakuan seperti itu Tante Winda semakin mendesah desah dan napas Tante Winda mulai cepat dan tdk teratur… OOOOOhhh memang nikmat banget tubuh Tante Winda … jauh lebih nikmat dari yg kubaygkan selama ini… ya tentu aja.. selama ini kan aku cuma bisa membaygkannya ..tetapi sekarang aku benar benar bisa merasakan dan menikmatinya…. Oohh sedapnya…
Lalu Tante Winda aku dudukkan di ujung ranjang kamar hotel ini…. Lalu ku tarik satu persatu stocking yg dikenakan Tante Winda … hingga kedua stockingnya terlepas dan terlihatlah betis dan paha putih sekel Tante Winda ….. kuelus elus kubelai dan kuciumi satu persatu….
Dan akhirnya sampailah ciumanku di ujung pangkal paha Tante Winda …
Kemudian ku arahkan pandanganku kemata Tante Winda dan tanganku ke cdnya … seolah mengerti maksudku, Tante Winda mengangguk dan tersenyum nakal menandakan bahwa Tante Winda setuju aku melepaskan celana dalam yg dikenakannya…. Kutarik perlahan melalui paha..dengkul.. betis dan kedua kakinya hingga terlepas dan jatuh ke lantai kamar…. Sehinga saat ini Tante Winda benar benar dalam keadaan telanjang bulat tanpa ada sehelai benangpun yg menutupi tubuh montoknya….
Kemudian Tante Winda berkata,
“ hmmmm… iiihhh .. nakal banget deh kamu Rik… masak tantenya sendiri ditelanjanganinnya…. “ Sambil tak henti juga Tante Winda mendesah desah karena tangan tangan nakal, bibir serta lidah ku menggeraygi seluruh tubuhnya..
Kuciumi bibir Tante Winda lalu turun ke pipi dada dan kuisap kujilati kukenyot kenyot payudaranya yg sangat montok menggiurkan itu… sementara tangan kanan dan kiriku bergantian mengeraygi toket dan pantatnya… sesekali ku remas dengan gemas pantatnya .. lalu kuarahkan tanganku ke lobang vaginanya .. kuelus elus pentil clitorisnya dan Tante Winda pun semakin mendesah desah dan sesekali berteriak kecil … desahan desahan Tante Winda bener bener membuat nafsu birahiku memuncak
“ Oouh…oohhh..ohhh.. uuhhh..uhhh.. sayaaang .. hmmm..hmmmmh…hhmmmmmmmm…… ahh aah ahhh..ahhh… sayyaaaaannggg
hemmm..eeeemmmm… uh uh..uh..uh..uh… ooo..ooh..ohh.oh..oh.oh…. “ desahan yg berulang ulang terdengar keluar dari mulut Tante Winda sementara nafasnya sudah bener bener gak beraturan sebagai tanda bahwa Tante Winda bener bener udah dalam keadaaan birahi yg memuncak…
“ nakal kamu Rik..naakkaalll….. tapi tante suka baanggeeettt” ujar Tante Winda di sela sela desahannya….
“puasin tante malam ini Rik… nikmati tubuh tante sesuka sukamu… ayo sayang entotin tante.. eenttoooottttt Taanntteeee sayanggggg uuhhhhhhh”…..
“ Oh… Oh…Oh…. Oh…. OOOhhhhhHHH… enghhhhh..eeeenggghhhhhh” kujilati pentil clitoris Tante Winda dengan lidahku berkali kali .. dan sesekali kumasukan lidahku kedalam lobang vagina Tante Winda … mendapat perlakuan seperti ini benar benar membuat Tante Winda melayg ke awang awang.
Desahan nafas Tante Winda sudah mulai terengah engah nafasnya bener bener sudah gak beraturan….
Lalu aku menarik dengan perlahan tubuh Tante Winda hingga posisi berdiri, kemudian aku duduk di ujung tepi ranjang, kaki kiriku berada di sini bawah ranjang dan kaki kananku berada di sini kanan ranjang… lalu kutarik tubuh Tante Winda, kubimbing untuk duduk diatas pangkuanku.. dan kemudian Tante Winda pun duduk tepat diatas pahaku.
Kembali kurangkul dan kupeluk pantat Tante Winda dengan tangan kiriku sementara tangan kananku mengeraygi payudaranya yg bergoyg goyg tepat di hadapanku… sementara bibirku pun secara bergantian menyiumi bibir, pipi, pundak, dada,..dan payudara Tante Winda secara bergantian terus menerus selama beberapa saat..
Kami berdua benar benar dipacu nafsu syahwat dan birahi kami yg semakin menggebu gebu…. Memang benar benar sedap dan nikmat wanita paruh baya ini pikirku dalam hati…. Aroma farhum Tante Winda pun semangkin meningkatkan nafsuku.. sementara penisku benar benar pada posisi yg ngaceng abis dan berdiri tegak tepat dibawah lobang vagina Tante Winda yg masih berada diatas pangkuan pahaku…
Mendengar desahan desahan kenikmatan yg keluar dari mulut Tante Winda ditambah oleh aroma farhumnya yg mengundang nafsu semakin membuatku melayg ke awang awang.. dan akhirnya aku udah gak tahan lagi untuk
segera memasukkan penisku kedalam vagina nikmatnya itu…
Kubuka kedua pahaku kearah yg berlawanan sehingga tubuh Tante Winda yg semula berada di atas pangkuan pahaku kini turun sedikit dan vagina Tante Winda tepat berada di depan penis. Kuarahkan batang penisku tepat berada kedepan
liang vagina Tante Winda dan kuarahkan pandanganku kemata Tante Winda seakan aku meminta persetujuan Tante Winda untuk
memasukkan penisku ke vaginanya….
Seolah mengerti yg kumaksudkan Tante Winda pun mengangguk perlahan dan tersenyum nakal sekali sebagai tanda bahwa Tante Winda setuju akan hal yg akan kulakukan selanjutnya terhadap Tante Winda ….. Dan kembali Tante Winda berujar,
” uuuhhh nakal nya kamu Rik….. Eriiikkkkkk…. Kamu nakaaalllllll……. OooooOHHHHHHH…..“
“Ayo sayang masuklah batang penis mu ke vagina Tante … entotin… entotiinn lah tante sepuas puasnya Riiiiikkk.. oooOOOhhhh”
Tanpa pikir panjang lagi karena sudah mendapat persetujuan dari Tante Winda … langsung ku arahkan penisku ke vagina Tante Winda …. Ku gesek gesekan kepala penisku ke clitoris Tante Winda … hal ini benar benar membuat kami berdua merasakan kenikmatan yg luar biasa…..
Aku udah benar benar tdk tahan… akhirnya kumasukkan penisku ke dalam vagina Tante Winda secara perlahan…. Kunikmati senti demi senti dinding bagian dalam dari vagina Tante Winda.. sambil terus kudorong penisku secara perlahan.. terus..terus ..terus… hingga akhirnya seluruh penisku masuk dan terbenam didalam vagina Tante Winda … dan kudiamkan sejenak ,,, ooooohhhh benar benar nikmat.
Beberapa detik kemudian mulai kutarik keluar secara perlahan lahan penisku hingga tinggal kepala penisku aja yg berapa didalam vagina Tante Winda ….lalu beberapa detik kemudian ku dorong lagi penisku masuk kedalam vagina Tante Winda dan kembali kunikmati gesekan gesekan yg terasa antara penisku dan dinding vagina Tante Winda … ooohh seddaaaappppppppp……………….
Lalu kemudian kuulangi lagi, kutarik keluar lalu kudorong kembali seluruh penisku masuk seutuhnya ke dalam vagina Tante Winda .. kulakukan berulang ulang… sementara kedua belah tanganku dengan nakalnya merangkul dan meremas pinggang hingga pantat Tante Winda sambil kubelai belai kuelus elus … kuremas remas dengan gemasnya.. sementara bibirku dengan rakus dan nakalnya menyiumi bibir ranum Tante Winda dan bergantian dengan payudaranya kiri dan kanan… Tante Winda menggerakkan tubuhnya keatas dan ke bawah mengikuti gerakan tubuh kami berdua dan hal ini menyebabkan toketnya bergelayutan kesana kemari keatas dan ke bawah… semakin menambah indah dan nikmat pemandangan yg terlihat oleh mataku…
OOOhhhh akirnya angan anganku selamat ini benar benar menjadi kenyataan… betapa beruntungnya aku saat ini karena aku tengah menikmatin keindahan, kemontokan dan kelezatan dari tubuh montok menggiurkan Tante Winda.
Sementara aroma farhum dan gerakan toketnya yg dengan bebas terbanting banting ke atas dan kebawah seiring gerakan tubuhnya membuat nafsu birahiku memuncak….
Kami berdua mendesah desah gak karuan di timpali oleh deru nafas kami yg tersengal sengal… benar benar berada dipuncak kenikmatan dunia…
Sejurus kemudian kurasakan penisku mulai bergejolak dan ingin memuntahkan isinya kedalam vagina Tante Winda dan pada saat yg bersamaan kurasakan Tante Winda semakin mendesah desah dan berteriak teriak kecil dan vaginanya berkedup kedup .. dan beberapa detik kemudian Tante Winda mencapai puncak kenikmatan dan orgasmeee… dan beberapa detik kemudian akhirnya air maniku pun bergerak keluar dari batang penisku menuju lobang vagina Tante Winda ….
Dan…. Crot,, CROTT…CCRROOOOTTTTTTT……. OOOOOOHHHHHH….OOOOHHHHHHHHHHH nikmatnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… ooooooOOOOOOOOOOOoooooooooHHHHHH
Aku dan Tante Winda akhirnya mencapai puncak kenikmatan berdua, dan untuk beberapa saat kami hanya berdiam dan posisi penisku masih menusuk vagina Tante Winda dan kami masih dalam keadaan berangkulan berpelukan satu sama lain dan tubuh Tante Winda masih berada di atas pangkuanku…. Kami benar benar menikmati permainan ini ….
Lalu aku membisikkan ke telinga Tante Winda,
“ hmm benar benar nikmat tubuh tante…. Erik benar benaar merasakan puncak kenikmatan yg amat sangat…. Makasih ya tan udah mengizinkan Erik untuk dapat merasakan keindahan dan kenikmatan tubuh tante…. Makasih udah memperbolehkan Erik untuk niduri tante… NGENTOT dengan tante… sedap banget rasanya.. hmmmm”
Tante Winda pun membalas,
“ hmmmm Tante Winda yg harus makasih denganmu Rik.. karena kamu udah mengantar Tante kemana mana selama tante di sini dan udah nemanin tante belanja dan jalan jalan seharian tadi… dan sekarang kamu memberikan kenikmatan dan kepuasan kepada tante diatas ranjang ini…. Hmmmm makasih ya Rik”
“Tapi kamu memang bener bener nakal…. Kok tantenya sendiri yg semula pakai baju eh di telanjanginya satu persatu dicumbuinya dengan mesra dan di entotinnya….. heheheh nakal banget deh kamu Rik…. Udah ngentotin tante”
“ Ya udah … mulai saat ini kapan aja kamu mau kamu bebas untuk nelanjangin dan ngentotin tante sesuka hatimu…..” ujar Tante Winda sambil mengedipkan matanya dan tersenyum nakal… nakal sekali….. sangat ngegairahkan…


0 komentar:

Posting Komentar